Melihat Penderitaan Sebagai Anugerah

Melihat Penderitaan Sebagai Anugerah

Penderitaan itu anugerah.

Apa tidak salah? Bukankah anugerah itu selalu berisi yang  baik? Apa bagusnya penderitaan?

Yuk alihkan pandangan sejenak pada apa yang Alkitab katakan:

Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia, dalam pergumulan  yang sama seperti yang dahulu kamu lihat padaku, dan yang sekarang kamu dengar tentang aku.

Filipi 1:29-30

 

Kepada parents dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.

Penderitaan itu anugerah. Dalam penderitaan parents tidak sendirian karena Tuhan berjanji akan selalu menyertai dan tidak pernah meninggalkan.

Bukti lain bahwa parents tidak sendiri adalah saudara-saudari lain juga turut menderita. Jadi parents bukan orang yang paling malang di dunia ini karena menderita sendirian.

Tuhan Yesus datang ke dunia, hidup sebagai manusia dan merengkuh penderitaan. Dia berkorban dan mati di kayu salib, lalu bangkit dari antara orang mati. Semua itu karena cinta-Nya yang tak bersyarat bagi parents. Dia lakukan semuanya untuk memastikan parents mendapatkan keselamatan, relasi yang pulih dengan Bapa dan hidup sebagai ciptaan baru.

Karena Dia telah memeluk penderitaan, maka Dia sangat mengerti penderitaan yang parents alami. Sebab Dia sudah mengalahkan dosa dan kematian, parents bisa tenang dan bersandar pada-Nya. 

Penderitaan di tangan Tuhan menjadi alat untuk membentuk parents menjadi semakin serupa dengan gambaran Kristus.

 

Selamat memeluk penderitaan dengan cara pandang yang baru, parents!

 

Kata bijak lain yang inspiratif:

Kekuatan Allah Yang Menyelamatkan

Yesus Kristus Lebih Utama Dari Segala Sesuatu

Menilai Keadaan Dengan Kasih Yesus