Bijak Meredakan Amarah

Bijak Meredakan Amarah

Pernah melihat orang sedang marah yang terlihat bijak? Mengamuk malah mempertontonkan kebodohan. Bagaimana cara yang bijak?

Pujangga bijak yang mendapatkan hikmat dari Tuhan untuk menulis salah satu surat inspiratif di Alkitab menyatakan:

Orang bodoh mengeluarkan seluruh kemarahannya, tetapi orang berhikmat berdiam menahannya.

Amsal 29:11

Sedang marah dengan pasangan? Jengkel karena kelakuan anak? Atau mau mengamuk karena kinerja karyawan yang tidak maksimal? Mungkin ada pelanggan yang mendadak membatalkan pesanan padahal sudah nyaris deal hingga membuat murka?

Seakan asap sudah mengepul dari ubun-ubun, darah mendidih, rakaian kata-kata keras, kasar dan kejam sudah nyaris melompat keluar diikuti muka memerah seperti kepiting rebus.

Stop! Ingat lagi kebaikan Tuhan.

Dia tidak melampiaskan amarah kudus-Nya dan membantai semua manusia berdosa yang tidak pantas mendapatkan pengampunan. Malah memberi solusi dengan mengutus Kristus untuk menebus dan menyelamatkan.

Kalau pelukis cakrawala dan pencipta semesta saja tidak memilih untuk menahan amarah-Nya sampai Yesus disalibkan untuk menggantikan parents, masakan ciptaan mau marah dengan sembarangan?

Nyaris semua kemarahan manusia itu tidak bijak.

Selamat mengingat kebaikan Tuhan dan pengorbanan-Nya di kayu salib sebelum mengeluarkan kemarahan. 

 

 

Simak kata bijak inspiratif lain:

Berjumpa Dengan Tuhan Adalah Keindahan Surga

Hikmat Dari Surga

Membawa Kemuliaan Bagi Tuhan