Jangan Sembunyikan Sakit Hati

Jangan Sembunyikan Sakit Hati

Ini bukan sesuatu yang baik disimpan sendiri. Juga bukan berarti bisa dibuka pada semua orang. Paling utama, nyatakan pada Tuhan semua sakit hatimu.

Sakit secara mental karena penolakan, perendahan, pengabaian, pengkhianatan, penghinaan, dan berbagai hal lain perlu parents bawa pada Tuhan.

Seperti kata C. S. Lewis, penulis kristen terkenal yang mengarang Mere Christianity dan The Screwtape Letters

Rasa sakit mental kurang dramatis dibanding rasa sakit fisik, tetapi lebih umum dan juga lebih sulit untuk ditanggung. Upaya yang sering dilakukan untuk menyembunyikan rasa sakit mental malah meningkatkan beban: lebih mudah untuk mengatakan "Gigi saya sakit" daripada mengatakan "Saya patah hati.

Tuhan sudah menyiapkan keluarga, saudara seiman, sahabat, mentor, guru atau siapapun di sekitar kita untuk menolong meringankan rasa sakit pada jiwa kita. Ceritakan pada mereka. Namun jangan fokus pada manusia. Fokus kita tetap pada Tuhan Yesus yang paling mengerti derita fisik dan mental. Dia sudah mengalami berbagai penderitaan demi menebus kita. Karya salib yang sempurna menjadi bukti kasih terbesar-Nya bagi kita yang tidak pantas menerima itu.

Pengampunan. Penebusan. Pembebasan. Pemulihan. Semua jadi bagian kita karena apa yang Yesus Kristus sudah selesaikan di Golgota.

Kalau parents mengalami pengabaian dari pasangan atau anak, padahal merasa sudah melakukan begitu banyak pengorbanan untuk mereka, datang pada Yesus. Nyatakan semua kekesalan, kekecewaan dan sakit hatimu.

Jika parents ditolak, direndahkan, dihina, Tuhan Yesus pernah mengalaminya. Sampaikan dalam doa pada-Nya.

Pengkhianatan dari orang terdekat juga sudah Kristus rasakan. Ditinggalkan murid-murid-Nya saat Dia membutuhkan mereka. Tapi sekarang karena Yesus sudah mengalami itu, kita tidak lagi mengalami ditinggalkan semua orang. Yesus selalu bersama kita dan tidak sekali-kali meninggalkan kita.

Jangan simpan sendiri masalah mentalmu. Bawa pada Yesus. Ceritakan ke orang yang bisa dipercaya dan cinta Tuhan.

Tuhan memelihara. Itu kebenaran yang pasti.

Kasih Tuhan melebihi segalanya. Bahkan sakit hatimu yang terpedih tidak dapat menghalangimu untuk mengampuni dengan anugerah-Nya.