Dennis dan Lillian Klepp Menolong Anak-Anak di Sudan Selatan Yang Hancur Oleh Perang

Dennis dan Lillian Klepp Menolong Anak-Anak di Sudan Selatan Yang Hancur Oleh Perang

Syukurlah parents hidup di negara merdeka yang damai dan bebas dari perang.

 

Kemerdekaan yang tenang sering menjadi hal yang biasa ketika sudah berlangsung lama. Mungkin parents tidak lagi melihat kondisi di negara tercinta sebagai anugerah dari Tuhan.

 

Bisa menikmati keindahan alam Indonesia tanpa pertempuran. Menjalani setiap aktivitas dengan leluasa dalam koridor hukum yang jelas. Tidak ada perebutan wilayah atau pertikaian berdarah untuk memperebutkan wilayah atau mempertahankan kedaulatan.

 

Sungguh suatu hal yang patut parents syukuri.

 

Padahal masih banyak daerah lain di dunia yang terus berperang. Kerusakan, kehancuran dan kebinasaan ada di mana-mana. Salah satunya di Sudan Selatan.

 

Sudah menyaksikan kisah Tim Ballard menggunakan kebebasannya untuk melepaskan anak-anak yang menjadi budak seks akibat perdagangan manusia?

 

Dennis dan Lillian Klepp, pasangan biasa (bukan luar biasa) saja seperti parents. Dennis memiliki perusahaan konstruksi, Lillian bekerja sebagai administrator sekolah. Mereka menemukan panggilan Tuhan setelah berdoa.

 

Juallah segala sesuatu yang kamu miliki dan berikanlah kepada orang miskin.

 

Benarkah ini panggilan dari Tuhan? Seperti apa mereka memenuhinya? Sampai di mana Tuhan membawa mereka mengerjakannya?

 

Saksikan kisah bagaimana pasangan suami istri yang biasa ini menolong anak-anak korban perang di Sudan Selatan:

 

 

I really feel God has called us to come and build an orphanage.

Itu jawaban Lillian untuk seorang anggota militer yang heran mengapa mereka mau datang ke area perang berbahaya.

 

Hidup adalah milik Tuhan.

 

Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu  untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu, sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.

2 Tesalonika 1:11-12

 

Dengarkan panggilan Tuhan. Ikuti dan taati arahan-Nya.

 

Siap mematuhi panggilan Tuhan bersama keluarga?



Biasa saja

Tak spesial

Tampak tiada beda

Tampak normal

 

Jadi tidak biasa

Ketika api-Nya terpercik

Di hati jadi membara

Gelisah pun teracik

 

Tutup telinga jangan

Pura-pura tak dengar jangan

Menganggap ilusi jangan

Abai pun jangan

 

Dengar dan taat

Uji dan tanya

Tidak perlu hitung manfaat

Cukup siapkan hati dan jiwa

 

 

Baca juga kisah nyata menarik lain:

Corbin Bernsen dan Amanda Pays Memilih Hidup Sederhana Karena Hal Ini.

Jeannie Cunnion Menemukan Cara Untuk Bebas Dari Tekanan Kesempurnaan Dalam Mendidik Anak.



Disadur dari Helping Children in War-Torn South Sudan