KISAH NYATA
Louis Daniel Amstrong Selamat dari Kehancuran Masa Muda

Louis Daniel Armstrong seorang musisi jazz paling terkenal di abad ke-20. Penyanyi sejak kecil, Master Terompet, dan Penari Musikal. Dia mengabdikan hidupnya untuk membawa kegembiraan kepada orang-orang melalui musik. Terlepas dari tantangan pada masa-masa awal hidupnya, Armstrong jarang memandang masa mudanya sebagai masa-masa sulit. Ia malah mendapat inspirasi dari waktu kesukarannya. "Every time I close my eyes blowing that trumpet of mine - I look right in the heart of good old New Orleans...It has given me something to live for." Penuh senyum merekah, suara serak, dan mata memandang ke atas.

Pria dengan julukan Satchmo, Satch, atau Pope ini suka membawa saputangan putih. Pope selalu mengagumkan ketika bermain terompet. Namun kepahitan turut mewarnai masa kecil Armstrong. Ayah meninggalkan dia sejak kecil. Lalu ia terpaksa masuk sekolah pendisplinan saat baru berusia 12 tahun. Bayangkan kehancuran masa muda yang menghantuinya. Namun Tuhan memakai kesulitan masa kecil menjadi ‘sekolah kehidupan’ yang membentuk Satchmo menjadi musisi berkualitas.

Peter Davis secara teratur mengunjungi sekolah tersebut. Ia seorang guru musik yang setia mendampingi latihan anak laki-laki. Keunggulan Louis dalam permainan terompet muncul ke permukaan. Sachmo segera menjadi pemimpin band anak laki-laki. Setelah melalui banyak proses, akhirnya menjadi salah satu figur paling berpengaruh dalam musik jazz dengan terompetnya.

Parents pasti ingat lagu ini:

 

Kisah Louis dapat menjadi teladan bagi parents. Seperti yang tertulis dalam Amsal 22:6, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”

 

Mari menyadari juga bahwa bakat seorang anak seringkali menentukan minat yang ingin ditekuninya.

 

Parents sudah memberikan arahan yang tepat sesuai Firman Tuhan dengan penuh kasih. Perlu juga memacu anak untuk mendalami minat dan bakat mereka. Beberapa hal sederhana yang bisa parents lakukan:

  • Berikan tantangan.
  • Temani ketika melakukan hobinya.
  • Kenali mana yang hanya mencoba dan mana yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.
  • Berikan waktu untuk mencoba.
  • Tularkan ketekunan.
  • Tunjukkan teladan.

 

Parents pasti bangga jika mereka menjadi pribadi yang sesuai dengan rencana Tuhan.

 

Menyelamatkan seorang anak berarti menyelamatkan satu kehidupan




Terinspirasi dari:

Potensi Seorang Anak di Warung Sate Kamu

Hey Kids, Meet Louis Armstrong at Making Music Fun

Bagikan Pendapatmu

BACK