Pelbagai Informasi Natal Membingungkan Anak? Orang Tua Perlu Ajarkan 3 Hal Pokok Ini

Pelbagai Informasi Natal Membingungkan Anak? Orang Tua Perlu Ajarkan 3 Hal Pokok Ini
  • Ada begitu banyak informasi yang salah, keliru, dan tidak benar tentang kelahiran Sang Mesias. Misalnya jumlah orang Majus dan hadiah yang mereka bawa, tanggal pasti kelahiran Yesus, dan tokoh-tokoh lain sebelum Yesus yang mungkin memiliki kesamaan kisah dengan-Nya. Hasilnya kisah Natal seringkali dianggap sebagai kisah palsu atau tiruan. Nah, di tengah situasi seperti itu kami rindu untuk mengajarkan anak-anak mendalami kebenaran firman Tuhan. 

 Di mana mendapatkan informasi yang dapat dipercaya tentang kebenaran seputar kelahiran Yesus? Orang Tua Pencari Kebenaran.
  • Pdt Wahyu 'wepe Pramudya menjawab, Parents, ini pertanyaan yang menarik dan kritis. Memang tak dapat dipungkiri ada pelbagai tradisi dan fiksi yang beredar seputar Natal sehingga seringkali membingungkan orang tua dan anak-anak. Apa yang dapat parents lakukan di tengah situasi seperti ini?
  • Nah itu yang menjadi pertanyaan kami, Pak...
  • Pertama, parents dapat mengajak anak-anak untuk membaca narasi Alkitab tentang kelahiran Yesus. Alkitab adalah sumber utama kita ketika mempelajari tentang kelahiran Yesus Kristus. Catatan Alkitab ini akan menolong anak-anak bukan saja untuk memeriksa detil cerita yang ada, tetapi makna yang ingin disampaikan lewat kisah itu. Tuhan begitu mengasihi dunia ini, sehingga IA memberikan anak-Nya yang tunggal, agar mereka yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.
  • Kembali ke sumber utama ya, Pak. Baca Alkitab. Kemudian setelah itu apa, Pak?
  • Setelah anak-anak membaca narasi Alkitab dengan cermat, parents dapat juga mengajak anak-anak menonton film tentang kelahiran Yesus yang beredar dengan pelbagai versi di YouTube. Anak-anak dapat mencermati bagian mana dari film tersebut yang menggambarkan catatan Injil, dan mana yang berupa imbuhan atau tambahan. Misalnya tentang jumlah orang Majus yang datang menyembah Yesus. Tak ada catatan tentang jumlahnya di dalam narasi Alkitab, tetapi seringkali dimunculkan ada tiga orang Majus yang datang dan menyembah-Nya.
  • Menemukan tambahan lain yang berbeda dari yang tertulis di Alkitab. Wah ini cara yang bagus, Pak! Setelah tau yang benar, menemukan apa yang ditambahkan pada sesuatu yang benar. Anak jadi bisa membedakan sumber asli dan tambahan.
  • Kedua, parents dapat mengajak anak-anak untuk mempelajari liturgi atau tata ibadah gereja yang berkaitan dengan Natal. Parents dapat menggunakan YouTube untuk melihat aneka ragam cara gereja merayakan Natal. Tiap gereja merayakan Natal dengan caranya yang berbeda satu dengan yang lainnya.
  • Kali ini pasti menemukan kekayaan perbedaan dalam tubuh Kristus ya, Pak?
  • Tepat! Kekayaan cara perayaan Natal ini dapat membuka wawasan anak-anak tentang kekayaan yang ada di tubuh Kristus. Anak-anak belajar memahami tata ibadah gerejanya sendiri untuk merayakan Natal, sembari menghargai cara gereja yang lain. Anak-anak dapat menghayati bahwa Kristus datang untuk segala suku, kaum dan bahasa. Berbeda cara merayakan bukan masalah benar atau salah, tetapi kekayaan gereja dalam memuja Sang Mesias.
  • Indahnya keberagaman. Wow! Masih ada lagi yang perlu kami lakukan, Pak?
  • Ketiga, parents dapat juga mengajak anak-anak untuk mengerti bahwa selain liturgi atau tata ibadah yang beragam, juga ada tradisi atau kebiasaan-kebiasaan yang sudah lama dipercayai dan bahkan dipraktikkan di masa Natal.
  • Ini penting nih.
  • Tradisi-tradisi ini tentu tak dikenal dalam catatan Alkitab, namun lebih terkait dengan konteks budaya setempat. Misalnya pohon Natal berupa cemara yang kita kenal pada saat ini adalah tradisi wilayah Eropa untuk merayakan Natal. Sementara tradisi kehadiran sinterklas dan Piet Hitam barangkali juga berasal dari wilayah yang sama.
  • Apa tradisi ini buruk, Pak?
  • Tradisi-tradisi seputar Natal tidaklah melulu buruk. Tradisi itu menolong kita untuk mengarahkan pandangan pada IA yang kelahiran-Nya kita rayakan. Namun, jika akhirnya perayaan Natal hanya berujung pada tradisi di dalam dirinya sendiri, maka tentu Kristus tak dimuliakan di dalamnya. Ini yang bukan hanya buruk, tapi tidak benar.
  • Parents dapat mengajarkan kepada anak-anak bahwa tradisi itu seperti papan iklan restoran tertentu. Berdiri di depan papan iklan itu tak membuat diri kita kenyang, tetapi kita harus bergerak menuju ke arah yang ditunjuk oleh papan iklan restoran itu. Jangan berhenti di tradisi. Bergerak ke arah pusat Natal, Juruselamat sejati yang telah lahir ke dunia, Yesus Kristus.
  • 
Selamat mempersiapkan diri menyambut Natal, parents!
  • Memang Natal seharusnya tertuju hanya pada Yesus ya, Pak.
  • Baiklah. Kami mengerti sekarang. 1. Baca Alkitab. 2. Menemukan tambahan apa yang berbeda dari kisah Alkitab. 3. Fokus pada Yesus Kristus, bukan tradisi atau kebiasaan.
  • Terima kasih, Pak! Tuhan Yesus memberkati.