5 Jenis Keluhan Istri yang Harus Dipahami Setiap Suami

5 Jenis Keluhan Istri yang Harus Dipahami Setiap Suami
  • 

Istri saya suka mengeluh.
 Setiap kali bicara isinya hanya omelan.
 Pandangannya berisi hal-hal yang negatif tentang apapun.
 Sepertinya tidak ada yang baik di matanya.
 Ada saja yang kurang, keliru, salah dan perlu diperbaiki.
 Sepertinya dia tidak pernah puas.

 Sebagai suami, saya kasihan dan merasa perlu membantunya menepis pikiran negatifnya.

 Bagaimana menghilangkan pikiran negatifnya? Suami yang ingin membantu istri.
  • Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya menjawab, Bapak yang peduli dengan istri, Terima kasih untuk kepedulian parents kepada istri. Saya ingin bapak memahami bahwa ada lima jenis keluhan istri terkait dengan rumah tangga.
  • Oh ada lima jenis? Apa saja itu, Pak?
  • Pertama, keluhan yang melegakan. Orang yang mengeluh dalam tipe ini merasa perlu mengeluh untuk mengeluarkan isi hati dan pikiran yang sudah “penuh”. Ia tak membutuhkan jawaban. Dengan mengeluarkannya, maka ia sudah merasa lega. Mirip dengan orang yang karena masuk angina dan ingin muntah. Setelah muntah, ia akan merasa lega dan dapat menjalani aktivitas seperti biasa. Bapak dapat membantu istri dengan mendengarkan keluhannya dengan seksama.
  • Mendengarkan malah membuat istri lega ya untuk jenis keluhan seperti ini, Pak... Baiklah saya akan mencoba.
  • Kedua, keluhan yang membutuhkan tindak lanjut alias jalan keluar. Coba amati hal-hal yang dikeluhkan oleh istri. Barangkali ada hal-hal yang dapat parents tindak lanjuti. Misalnya soal keran air yang tak berfungsi dengan baik, tetangga yang selalu rewel atau harus didatangi untuk diajak bicara. Bantulah istri dengan menyelesaikan hal-hal yang dapat bapak selesaikan, dengan demikian volume keluhannya pun akan menurun.
  • Untuk jenis keluhan ini memang butuh penanganan sih ya, Pak.
  • Ketiga, keluhan sebagai ungkapan kekecewaan terhadap keadaan atau orang-orang tertentu. Nah, bapak dapat mencermati kata atau frasa apa yang berulang dalam keluhan istri. Jangan-jangan isinya adalah ungkapan kekecewaan terhadap situasi atau orang-orang tertentu, termasuk bapak sendiri. Jenis keluhan seperti ini membutuhkan klarifikasi dan tindak lanjut berupa percakapan atau diskusi.
  • Oh ternyata jenis keluhan tentang keadaan, situasi atau orang yang butuh diskusi lebih lanjut...
  • Keempat, keluhan yang sebenarnya ungkapan kebutuhan untuk apresiasi. Misalnya istri selalu mengeluhkan tentang anak-anak yang selalu ribut sepanjang hari. Dia merasa lelah mengurus anak-anak yang menurutnya nakal itu. Keluhan semacam ini adalah ekspresi yang menegaskan kebutuhan untuk apresiasi. Daripada membantah dengan menyebutkan bahwa nakal anak-anak itu masih wajar. Atau membandingkan kelelahan itu sebagai sesuatu yang tak seberapa daripada kerja keras bapak. Lebih baik berikan apreasiasi verbal. Misalnya dengan mengatakan, "Setuju! Membesarkan anak-anak adalah pekerjaan yang melelahkan. Suatu waktu kita akan bangga dengan kehebatan-kehebatan mereka. Terima kasih istriku, engkau sudah bekerja keras mengasuh mereka.” Tambahkan pelukan untuk menegaskan apresiasi.
  • Keluhan yang butuh apreasiasi dan pelukan. Wow! Saya tidak pernah memikirkan ini sebelumnya.
  • Kelima, saya menyebutnya sebagai keluhan “misteri”. ”Misteri” karena memang tak jelas penyebabnya. Selain itu tak terlalu jelas pula apa yang disampaikan istri. Topik keluhannya mirip gado-gado yang aneka ragam sayuran hadir di dalamnya. Nah, jika ini terjadi barangkali bapak bisa memeriksa kalendar. Mungkin ini ada kaitannya dengan siklus bulanannya. Bisa juga ada kemungkinan lain, parents bakal punya anak lagi.
  • Hahaha! Keluhan misteri ini yang paling tidak terdeteksi ya, Pak?
  • Selamat berjuang mencintai istri walau bapak tak akan selalu bisa memahaminya. Ingat Efesus 5:25-28: Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.