Bagaimana Membangun Kepercayaan Dalam Pernikahan?

Bagaimana Membangun Kepercayaan Dalam Pernikahan?
  • Belakangan ini saya merasa suami sedikit berkurang rasa percayanya pada saya.
 Setiap kali saya keluar dengan beberapa teman tertentu, dia bertanya lebih banyak daripada ketika saya pergi dengan komunitas lain. Saya bingung dan tidak tahu harus bagaimana.

 Bagaimana membangun kepercayaan dalam pernikahan? Istri yang dicurigai,
  • Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya menjawab, Terima kasih untuk pertanyaan parents. Kepercayaan memang hal yang mendasar dalam sebuah relasi. Tanpa kepercayaan, sulit membayangkan sebuah relasi akan bertahan. Apalagi berkembang ke arah yang lebih baik.
  • Iya, Pak. Makanya saya bertanya ke DMparents.
  • Secara mendasar, ada tiga hal yang membentuk kepercayaan dalam pernikahan. Tiga pertanyaan ini akan menolong parents untuk memeriksa relasi yang ada.
  • Apa saja tiga pertanyaan itu, Pak?
  • Pertama, apakah parents menikah dengan orang yang memunyai rasa aman?
  • Hmm, maksudnya apa, Pak?
  • Kepercayaan berhubungan erat dengan rasa aman. Ketika parents menginginkan kepercayaan dalam pernikahan, pilihlah orang yang memunyai rasa aman dalam dirinya. Orang yang punya rasa aman terlihat dalam beberapa ciri berikut ini. Rasa berharga di dalam dirinya, membutuhkan tapi tidak bergantung pada pasangan, bisa cemburu namun dalam rangka menjaga relasi dan bukan karena sifat posesif. Sebaliknya, orang yang tak memunyai rasa aman punya ciri: tidak merasa dirinya berharga, sangat bergantung pada pasangan, mengontrol dan memeriksa.
  • Oh begitu ya, Pak...
  • Parents dapat melihat apakah pasangan memunyai rasa aman yang menjadi landasan rasa percaya itu dalam masa pacaran. Jika sudah menikah, maka hal yang perlu ditanyakan seperti ini. Apakah ada perubahan sikap pasangan sebelum dan sesudah menikah? Jika sebelumnya cenderung punya rasa aman, namun kemudian berubah menjadi banyak curiga, maka tiap pihak perlu memeriksa diri.
  • Wah berarti kami berdua perlu memeriksa diri nih sepertinya, Pak.
  • Kedua, apakah memang parents sendiri adalah pribadi yang bisa dipercaya?
  • Harusnya sih iya, Pak. Saya bisa dipercaya.
  • Orang mudah melihat pasangannya sebagai sosok yang tak layak dicurigai dan tak bisa dipercaya. Namun pertanyaannya adalah apakah parents sendiri memang layak dipercaya?
  • Menurut saya sih semestinya saya layak dipercaya, Pak.
  • Orang yang dapat dipercaya tak nampak dari penampilan fisiknya. Orang yang bisa dipercaya terbukti dalam perkataan dan perbuatannya. Bahkan motivasi tindakannya pun mencerminkan bahwa ia bisa dipercaya.
  • Untuk urusan itu saya rasa tidak ada yang kurang dari saya, Pak...
  • Apakah parents memang dapat dipercaya oleh pasangan? Tanyalah pada diri sendiri, pertanyaan reflektif ini: 1. Apakah parents bisa menjawab dengan jujur setiap pertanyaan pasangan? 2. Apakah hal-hal yang parents lakukan dalam kesendirian adalah hal-hal yang tetap bisa parents lakukan ketika sedang bersama pasangan?
  • Ahem, ada beberapa yang memang tidak bisa saya ceritakan dengan pasangan sih, Pak...
  • Dalam perkataan, apakah parents bisa menjawab dengan jujur apa saja yang dipertanyakan pasangan. Dalam perbuatan, apakah parents berbuat apa yang tetap bisa melakukan hal itu ketika bersama pasangan.
  • Tidak semua sih, Pak. Saya jadi malu...
  • Ketiga, apakah parents menumbuhkembangkan kepercayaan dalam perjalanan pernikahan?
  • Ketika pasangan merupakan sosok yang sudah memunyai rasa aman di dalam dirinya, maka parents mudah menjadi sosok yang terpercaya baginya. Maka pertanyaannya adalah apakah parents bersama pasangan menumbuhkembangkan kepercayaan dalam perjalanan pernikahan?
  • Dalam beberapa hal kami memang menyimpan kecurigaan sih, Pak...
  • Rasa percaya dalam pernikahan bukanlah hal yang statis. Ia bisa naik atau turun seiring dengan apa yang kita lakukan dan perbuat bersama pasangan.
  • Nah itu dia, Pak...
  • Banyaknya pertanyaan dari pasangan ketika kita akan melakukan aktivitas tertentu dapat dilihat sebagai keinginan tahu belaka atau bahkan kecurigaan. Atau parents bisa melihatnya dari perspektif yang lebih positif. Pasangan ingin mengembangkan rasa aman terhadap diri kita. Mungkin ia pernah mendengar beberapa hal yang kurang menyenangkan seputar lingkungan pergaulan parents. Nah, di balik pertanyaannya ada motivasi untuk mengembangkan rasa aman dan percayanya.
  • Kami akan mencoba saling percaya dengan mulai jujur dan lebih terbuka. Doakan kami ya, Pak? Terima kasih.
  • Bagus! Selamat berjuang menumbuhkembangkan rasa aman dan percaya dengan melibatkan Tuhan.