Punya Anak Perempuan? 3 Fondasi Kehidupan yang Harus Orang Tua Ajarkan

Punya Anak Perempuan? 3 Fondasi Kehidupan yang Harus Orang Tua Ajarkan
  • Kami memiliki dua anak cewek. Yang SMP Kelas 7 itu pendiam dan pasif, yang masih SD kelas 5 sangat aktif dan ramai.

    Apa hal penting yang perlu diajarkan pada anak perempuan?

  •  

    Parents, dulu orang berkata bahwa memunyai anak perempuan itu lebih repot daripada anak laki-laki.

    Mungkin pada waktu itu orang masih berpikirkan bahwa anak perempuan itu rentan terhadap godaan dan perlakuan buruk yang dapat terjadi dalam hidup mereka.

    Padahal pada zaman now, sama saja beresikonya memunyai anak perempuan atau laki-laki.

  • Iya juga sih, Pak.

  •  

    Ada hal-hal yang secara umum sama terkait dengan pendidikan anak laki-laki atau perempuan, namun ada hal spesifik yang membedakannya.

    Nah, jika parents memunyai anak perempuan, jangan lupa mengajarkan 3 (tiga) fondasi kehidupan ini.

  • Apa saja itu, Pak?

  •  

    Pertama, anak perempuan perlu mengenal Tuhan sebagai pencipta-Nya.

  • Oh perlu ya, Pak?

  •  

    Setiap orang perlu mengenal pencipta-Nya.

    Demikian pula dengan anak perempuan.

    Dia perlu mengenal pencipta-Nya agar memahami tujuan kehidupannya.

    Mengenal Yesus Kristus yang mengampuni segala dosa dan kesalahannya, dan memberikan hidup yang baru.

  • Iya sih, itu penting sekali ya, Pak...

    Kami sudah mendorong dia rajin ke Sekolah Minggu.

    Itu sudah cukup kan, Pak?

  •  

    Seringkali tugas orang tua untuk membawa anak mengenal Yesus diserahkan pada sekolah atau sekolah minggu saja.

    Padahal ini adalah tugas sekaligus kehormatan bagi parents untuk membawa anak mengenal dan mengalami kasih Tuhan dalam kehidupannya.

  • Oh begitu ya, Pak?

    Itu sebenarnya tugas kami ya...

    Bagaimana cara melakukan tugas ini dengan baik, Pak?

  •  

    Parents dapat membawa anak untuk mengenal Tuhan dengan mengajar mereka berdoa, membaca Alkitab, dan belajar menghidupi kebenaran firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

    Cara paling cepat bagi anak-anak untuk belajar adalah dengan melihat teladan yang ada di sekitar mereka. Bukan hanya mendengar perintah dari orang tua.

    Parents, jadilah teladan bagi anak-anak.

  •  

    Baik.

    Kami akan menunjukkan teladan hidup yang benar, Pak.

    Lalu apa fondasi kedua, Pak?

  •  

    Kedua, anak perempuan perlu mengenal dirinya sebagai perempuan dengan segala keunikannya.

  • Mengenal diri sebagai perempuan?

    Dengan segala keunikannya?

  •  

    Nah, inilah salah satu keunikan memunyai anak perempuan.

    Mengenal diri sebagai perempuan dapat dimulai dengan pengajaran yang sederhana tentang perbedaan antara laki-laki dan perempuan.

    Parents dapat menjelaskan sesuai dengan tingkat pemahaman anak dan seiring dengan usianya.

    Jangan lupa mempersiapkan anak perempuan untuk menyambut mestruasi pertamanya.

    Inilah adalah kesempatan yang baik untuk menjelaskan tentang apa artinya menjadi perempuan.

  • Perbedaan dan keunikan ya, Pak.

    Baiklah.

    Apa lagi yang perlu kami ajarkan, Pak?

  •  

    Parents juga dapat menjelaskan bahwa sebagai perempuan ada hal yang penting untuk dijaga yakni keperawanan.

    Di tengah zaman yang banjir dengan pelbagai informasi, anak perempuan harus mendapatkan informasi dari orang tua mereka sendiri tentang pentingnya menjaga keperawanan.

    Tentu saja parents dapat menjelaskan nilai-nilai berharga yang melatarbelakangi pentingnya menjaga keperawanan yang sudah Tuhan berikan sebagai hadiah istimewa untuk pasangan anak nanti setelah menikah.

  • Benar.

    Ini penting sekali, tapi sering terlewatkan.

    Ada lagi, Pak?

  •  

    Anak-anak juga perlu memahami juga bagian tubuh mana yang tak boleh disentuh orang lain.

    Parents dapat menjelaskan bahwa bagian tubuh yang tetap tertutup dengan pakaian ketika anak-anak bermain di pantai adalah bagian yang tak boleh disentuh orang lain atau diekspos terbuka bagi orang lain.

    Demikian pula, apa yang harus mereka lakukan ketika orang lain menyentuh tubuh mereka juga harus diajarkan pada anak-anak sejak usia dini.

    Ini penting agar sejak dini anak perempuan dapat menjaga diri mereka dari pelecehan seksual yang dapat terjadi dalam hidup mereka.

  • Kami paham sekarang.

    Kemudian apa fondasi ketiga, Pak?

  •  

    Ketiga, anak perempuan perlu mengenal dirinya sebagai makhluk sosial.

  • Mengenali dirinya sebagai makhluk sosial itu maksudnya apa, Pak?

  •  

    Setiap anak, laki atau perempuan, adalah makhluk sosial.

    Ia harus belajar bergaul dan berinteraksi dengan orang lain.

    Keterampilan ini harus diajarkan dan diteladankan sejak dini, mulai dari hidup sehari-hari di rumah.

  • Sekali lagi teladan memang perlu ditunjukkan ya, Pak...

  •  

    Anak perlu belajar bagaimana berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang yang lain.

    Dalam interaksi sosial inilah nilai-nilai kehidupan seperti kejujuran, kerja keras, pantang menyerah, dan menghormati orang tua perlu bukan hanya diperintahkan, tetapi juga diteladankan dan dilatihkan.

  • Dilatihkan?

    Wah ini sesuatu yang baru bagi kami, Pak!

    Ternyata perlu melatih ya...

  •  

    Anak-anak, perempuan atau laki-laki, juga perlu memahami bahwa dalam pergaulan di tengah masyarakat selalu ada orang-orang yang ingin melakukan sesuatu yang jahat.

    Ini penting agar anak-anak tidak berpikir bahwa orang jahat hanya ada di penjara.

    Kesadaran ini juga akan mendorong anak-anak untuk tidak mudah mempercayai orang lain. Tentu saja bukan untuk menakut-nakuti anak-anak.

  • Iya juga sih.

    Ini tidak kalah penting.

    Supaya anak tidak menganggap semua orang itu baik, tapi tetap berhati-hati dan waspada.

    Terima kasih, Pak!

  • Nah, selamat berjuang, parents! 

    Libatkan Tuhan selalu dalam menanamkan fondasi kehidupan untuk anak-anak perempuan.

    Yang terbaik masih akan datang!