Apa Dampak Perceraian Bagi Orang Tua dan Anak?

Apa Dampak Perceraian Bagi Orang Tua dan Anak?
  • Kami sekeluarga kaget sekaligus sedih mendengar berita hangat soal gugatan cerai Ahok atas Vero. Terlepas dari kontroversi soal itu benar atau tidak, keluarga kami baik-baik saja. Hanya tergelitik untuk bertanya. Apa dampak perceraian bagi orang tua dan anak?
  • Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya menjawab, Tak ada seorang pun yang memulai pernikahan untuk mengakhirinya dengan perceraian di kemudian hari. Alkitab pun menegaskan berita bahwa apa yang telah dipersatukan oleh Allah tak boleh diceraikan manusia. Namun, sepanjang zaman, apa yang ditetapkan Allah sebagai standar ideal ini selalu dilanggar oleh manusia. Pada zaman Musa, orang dengan begitu mudahnya menceraikan pasangannya. Musa harus membatasi ini dengan surat cerai. Apakah dengan demikian Musa menyetujui perceraian? Tentu tidak! Yesus pernah mengatakan bahwa hal itu terjadi karena kekerasan hati manusia. Musa justru berupaya untuk menghambat terjadinya perceraian.
  • Iya. Kami pernah membaca dan mendengar tentang hal itu, Pak. Ini pertanyaan klise, tapi tetap kami tanya juga. Lalu dampak perceraian apa ya, Pak?
  • Kita tahu bahwa apapun yang tak berada di dalam koridor kehendak Tuhan bisa mendatangakan hal yang kurang baik. Jika perceraian terjadi, maka suami dan istri akan membawa luka itu sepanjang jalan kehidupannya. Seperti kertas yang sudah dilekatkan menjadi satu, tak mungkin memisahkannya tanpa merobek. Merobek membuat keduanya menjadi rusak. Luka akan menganga sepanjang jalan kehidupan.
  • Bakal jadi luka yang tidak bisa disembuhkan ya, Pak... Kalau dampaknya untuk anak-anak apa, Pak?
  • Bagi anak-anak, perceraian membuat mereka kehilangan salah satu atau malah kedua orangtuanya. Tak ada lagi Papa atau Mama di rumah. Malah bisa jadi tidak ada lagi keduanya di rumah. Anak-anak belajar untuk menjadi skeptis dengan cinta. Toh ternyata cinta tak mampu membuat parents bertahan.
  • Sampai sejauh itu ya, Pak?
  • Dalam jangka panjang, seiring dengan pertumbuhan anak-anak, kehilangan salah satu atau kedua orang tua membuat pertumbuhan itu tak berjalan optimal. Seorang anak perempuan korban perceraian yang tak mempunyai mama di rumah tak akan mempunyai role model untuk pertumbuhannya. Demikian pula apabila Papa tak ada di rumah, anak pria atau perempuan, akan mengalami kesulitan bahkan dalam hal spiritual, misalnya soal penyebutan Bapa yang dikenakan pada Tuhan yang bertahta di surga.
  • Wuah! Sampai separah itu?
  • Perceraian merusak suami istri, dan memberikan dampak buruk bagi masa depan anak.
  • Terima kasih, Pak.