Bagaimana Belajar Membuat Keputusan Bersama Dalam Keluarga?

Bagaimana Belajar Membuat Keputusan Bersama Dalam Keluarga?
  • Kami terbiasa membuat keputusan mandiri dalam banyak hal.

 Ketika hendak membuat keputusan bersama, kami jarang menyepakati sesuatu yang baru.

 Kadang istri yang mengikuti saya. 
Tidak jarang juga saya terpaksa harus menuruti keputusan istri.
 Jadi hanya ada menang dan kalah.

 Sulit mencari jalan tengah atau kompromi yang menghasilkan kesepakatan bersama.

 Bagaimana belajar membuat keputusan bersama dalam keluarga? Suami mandiri.
  • Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya menjawab, Terima kasih untuk pertanyaan parents. Pergumulan untuk membuat keputusan bersama dalam keluarga merupakan satu hal yang penting. Tidak perlu berkecil hati bila timbul banyak kesulitan dalam mempraktekannya. Ternyata sama seperti parents, pasangan lain di muka bumi ini juga mengalami pergumulan yang sama.
  • Benar, Pak.
  • Mari kita telusuri 3 rahasia pembuatan keputusan ini dalam konteks pembuatan keputusan bersama dalam keluarga.
  • Baiklah. Yang pertama apa, Pak?
  • 1. Kita membuat keputusan bergantung pada corak kepribadian. Ada pasangan ibu dan anak, Myers dan Birggs, membuat penelitian selama bertahun-tahun dan menemukan tentang 4 area dalam kehidupan seseorang: cara seseorang mendapat energi, cara seseorang mengumpulkan informasi, cara seseorang membuat keputusan dan gaya hidup seseorang.
  • Nah, cara seseorang membuat keputusan berdasarkan corak kepribadiannya ini maksudnya bagaimana, Pak?
  • Ada orang yang cenderung thinking dan ada orang yang cenderung feeling. Hal ini tidak berarti pria harus cenderung thinking, wanita harus cenderung feeling.
  • Thinking dan feeling ya. Perbedaannya lebih jelasnya seperti apa, Pak?
  • Orang yang cenderung thinking akan membuat keputusan berdasar apa yang masuk akalnya, fakta dan logis. Sebaliknya orang yang cenderung feeling akan membuat keputusan bila hatinya tersentuh, istilahnya jatuh iba.
  • Contoh nyatanya?
  • Contohnya begini, bila ada penjual kue di pinggir jalan, orang feeling memutuskan beli karena kasihan sama yang jual meski mungkin kurang doyan kue yang dijual. Sedangkan orang thinking sama memutuskan beli tapi dengan alasan yang berbeda, misalnya karena doyan kue itu dan ingin menikmati makanan kecil.
  • Ooh begitu... Jadi saya dan istri perlu mengetahui bagaimana cara mengambil keputusan. Cenderung thinking atau feeling, begitu ya, Pak?
  • Tepat sekali!
  • Lalu yang kedua apa, Pak?
  • 2. Kita membuat keputusan bergantung pada nilai-nilai yang kita warisi dari keluarga Bagaimana kita menyikapi hidup, membuat keputusan, prinsip-prinsip hidup ternyata sudah terbentuk sebelum kita menikah. Itulah mengapa sering kita dengar, suami berkata “Begini lebih baik!” atau istri berkata, “Bukan begitu, begini lho yang tepat!"
  • Nah ini yang kadang kami alami, Pak. Mengapa bisa seperti itu ya?
  • Semua itu adalah bagian dari warisan dari keluarga asal. Hal ini mengingatkan agar sebelum seseorang memutuskan untuk menikahi pasangannya, ia perlu berusaha mengenali keluarga asal pasangan baik-baik, sehingga mampu memahami pasangan dalam pernikahan kelak.
  • Memahami latar belakang keluarga itu penting agar bisa lebih pengertian ya, Pak. Baiklah. Lalu yang ketiga?
  • 3. Kita membuat keputusan itu bergantung pada kepentingan yang diperjuangkan Dua poin pertama di atas adalah area yang relatif sulit untuk kita ubah. Namun, berbeda dengan poin ketiga. Hal ini bisa kita ubah.
  • Ini dia. Kepentingan yang diperjuangkan. Area yang, benar kata Bapak, bisa, namun sulit juga untuk diubah. Apa yang bisa kami lakukan untuk area ini, Pak?
  • Firman Tuhan berkata,” Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.”
 Keputusan apa pun mesti menyertakan rasa hormat kepada pasangan. Bahkan dapat pula terjadi justru dalam rasa hormat itu, kita memperjuangkan kepentingan pasangan. Dalam semangat seperti ini, sesuai yang disebutkan Firman Tuhan, maka keharmonisan kehidupan rumah tangga dapat terjaga.
  • Wah, saya jadi teringat lagi karena Bapak menyampaikan ayat itu! Kami akan mencoba 3 rahasia pembuatan keputusan dalam keluarga yang Bapak sampaikan. Terima kasih.
  • Selamat belajar membuat keputusan lewat perundingan bersama dengan pasangan sambil melibatkan Tuhan dengan berdoa dan membaca Alkitab!