Bagaimana Cara Mendidik Anak Tanpa Membentaknya?

Bagaimana Cara Mendidik Anak Tanpa Membentaknya?
  • Saya sering membentak anak. Saya tahu itu salah. Bagaimana cara mendidik anak tanpa membentaknya? Ibu Yang Bersedih.
  • Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya menjawab, Bentakan parents kepada anak bisa jadi mengungkapkan beberapa hal, Bu. Pertama, bentakan itu adalah ekspresi rasa putus asa parents. Ya, karena orangtua tak tahu lagi harus berbicara dengan cara yang seperti apa, sehingga anak-anak menurut kepadanya. Bentakan dengan suara keras adalah cara final yang mendahului atau bahkan seringkali disertai juga dengan pukulan. Anak-anak bisa jadi memang begitu keras kepalanya sehingga parents merasa tak ada cara lagi selain membentaknya.
  • Bapak kok langsung tahu kalo saya putus asa? Yang kedua apa, Pak?
  • Kedua, bentakan itu adalah ekspresi hasil pendidikan yang selama ini diterima parents. Ada pula kasus-kasus tertentu di mana anak-anak belum keterlaluan, atau malah sama sekali tidak melakukan hal-hal yang menggelisahkan hati, namun parents membentaknya juga. Mengapa membentak walau anak tak keterlaluan? Karena ini satu-satunya cara mendidik anak yang selama ini diterima parents tersebut ketika ia bertumbuh sebagai anak. Berkomunikasi ya membentak.
  • Lagi-lagi benar, Pak. Saya dulu selalu dibentak Ibu. Mungkin jadi berpola gitu ya, Pak...
  • Ketiga, bentakan itu adalah ekspresi dari jarak yang ada antara parents dan anak. Bentakan dengan suara jelas bisa jadi adalah sebuah tanda. Tanda bahwa ada jarak yang jauh antara parents dan anak, sehingga lewat suara keras bentakan diharapkan jarak itu terjembatani. Hasilnya? Seringkali malah ada jarak yang bertambah lebar karena luka hati yang bertambah.
  • Benar juga sih, Pak. Mungkin saya perlu lebih dekat lagi dengan anak.
  • Nah, ternyata ada beberapa hal yang bisa jadi menjadi latar belakang dari bentakan, bukan? Adakah cara efektif agar tak membentak? Ada! Satu-satunya obat bagi bentakan dan kemarahan adalah penundaan. Menunda sebentar agar membiarkan emosi Ibu mereda, sehingga tak perlu lagi ada kemarahan. Amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Tuhan.
  • Menunda. Ternyata sesederhana itu. Saya jadi teringat kalau Tuhan juga sering seakan 'menunda' agar kita lebih sabar dan mengandalkan Dia, bukan? Walaupun sebenarnya itu bukan penundaan tapi memang belum waktu-Nya. Semoga saya bisa melakukannya, Pak.
  • Selamat berdoa dan berjuang, Bu!