Bagaimana Meluangkan Lebih Banyak Waktu Untuk Anak?

Bagaimana Meluangkan Lebih Banyak Waktu Untuk Anak?
  • Saya baru saja membaca sebuah artikel tentang data statistik yang menunjukkan jumlah waktu yang diluangkan Ayah untuk anak sangat sedikit. Dalam artikel itu dikatakan bahwa para Ayah hanya meluangkan waktu 35 detik dalam sehari untuk anak. Ketika anak berusia 18 tahun, mereka hanya meluangkan 3.832,5 menit atau 2,7 hari untuk anak mereka. Dalam 18 tahun hanya memberikan tidak sampai 3 hari untuk anak. Ini kan parah, Pak! Saya berpikir apa yang perlu saya lakukan sebagai ayah. Saya tidak mau anak hanya mendapatkan sangat sedikit waktu saya yang berharga. Mereka adalah pemberian Tuhan. Saya perlu membagi waktu dengan baik agar banyak momen bisa saya lewati bersama mereka. Bagaimana saya bisa meluangkan waktu lebih banyak dengan anak? Ayah yang sibuk.
  • Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya menjawab, Ada satu prinsip utama yang terkait dengan penggunaan waktu dan keuangan kita. Penggunaan waktu dan keuangan kita mengikuti apa yang kita pandang penting. Misalnya jika kita menganggap penting untuk mempunyai rumah, maka kita akan menggunakan waktu semaksimal mungkin untuk bekerja. Prioritas pengeluaran pun akan lebih tertata dengan pembelian rumah menjadi hal yang utama.
  • Apa yang kita pandang penting ya, Pak...
  • Tentu saja bagi parents, urusan anak seringkali dipersepsi sebagai hal yang penting. Namun, persepsi inilah yang harus dibuktikan melalui tindakan yang nyata. Apa yang kita persepsikan sebagai hal yang penting, anak-anak misalnya, mesti terbukti dalam penggunaan waktu dan keuangan yang ada.
  • Semestinya memang begitu sih, Pak.
  • Jadi, apabila kita setuju bahwa anak-anak adalah hal yang penting, maka mari kita upayakan lebih banyak waktu untuk mereka.
  • Nah itu yang saya mau, Pak. Ada tips praktis?
  • Pertama, sisihkan dan bukan sisakan. Sisihkan berarti sejak dari awal kita menyediakan waktu. Sisakan memunyai arti setelah digunakan sana-sini, maka yang masih tersisa adalah untuk anak-anak. Sisihkan dan bukan sisakan mengandung arti kita memang sudah mengalokasikan waktu, misalnya satu-dua jam perhari demi anak-anak.
  • Menyisihkan, bukan menyisakan. Saran praktis yang bagus.
  • Kedua, berinteraksi bersama. Bukan sekadar berada di tempat yang sama. Jika kita sudah menyisihkan dan bukan menyisakan waktu, maka kita seharusnya tak sekadar berada di tempat yang sama dengan anak-anak. Kita harus berinteraksi bersama dalam arti berbicara atau bertanya-jawab dengan anak-anak.
  • Benar juga. Saya kadang hanya berada di tempat yang sama dengan anak. Tapi tidak berinteraksi bersama. Menurut Bapak, apa yang bisa dijadikan bahan obrolan dengan anak?
  • Bisa terkait dengan pengalaman di sekolah atau apa pun yang menarik perhatian anak-anak. Tugas parents pertama dan terutama bukan menceramahi anak-anak, namun mendengarkan dengan seksama. Lewat mendengarkan anak-anak inilah parents dapat lebih mengenal dunia dan pergumulan yang ada, sehingga nasihat yang kelak diberikan lebih tepat guna.
  • Lebih banyak mendengar dengan penuh perhatian ya, Pak. Ada tips praktis lain atau hanya dua saja, Pak?
  • Ketiga, berdoa bersama. Tak perlu panjang, cukup pendek saja setelah parents mengerti pergumulan anak-anak. Parents mendoakan anak-anak, demikian pula seharusnya anak juga dapat mendoakan hal-hal tertentu terkait parents. Saling mendoakan akan mempererat hubungan.
  • Saya pernah membaca tentang hal ini. Doa itu perekat relasi.
  • Oh ya, jangan lupakan hal-hal bisa menyegarkan suasana, seperti: makan bersama dan rekreasi. Hal ini dapat berlangsung secara mendadak atau terencana. Anak-anak dapat dilibatkan untuk menentukan tempat dan rangkaian acara yang ada.
  • Nah ini bagian penting lain yang kadang hanya dijadikan reward atau pengisi waktu liburan.
  • Tak ada satu pun parents yang penah mengungkapkan penyesalannya kepada saya karena telah menghabiskan terlalu banyak waktu bersama anak-anak. Yang ada adalah parents yang menyesal karena tak menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak-anak.
  • Begitu ya, Pak. Baiklah. Saya dan istri akan meluangkan waktu lebih banyak untuk anak. Terima kasih.