Bagaimana Mempersiapkan Anak Untuk Hidup Mandiri Sejak Dini?

Bagaimana Mempersiapkan Anak Untuk Hidup Mandiri Sejak Dini?
  • Kami ingin anak kuliah di luar negeri. Bagaimana mempersiapkan anak untuk hidup mandiri sejak dini? Ayah dan Ibu mandiri
  • Pdt Wahyu ‘wepe’ Pramudya menjawab, Ada beberapa hal yang perlu dikomunikasikan dan dipersiapkan oleh orangtua yang ingin mengirim anaknya kuliah di luar negeri. Apa yang perlu dikomunikasikan? Yang pertama adalah tujuan.
  • Tujuan mengapa menyekolahkan anak ke luar negeri begitu maksudnya, Pak?
  • Betul sekali. Mengapa orangtua berencana untuk mengirim anaknya kelak kuliah di luar negeri? Bagi anak-anak yang usia SD atau bahkan sampai SMP, kadang sulit dan malah bisa salah mengerti tentang rencana ini bila tak terkomunikasikan dengan baik. Jangan sampai niat baik ini malah dilihat sebagai salah satu bentuk ketidaksukaan orangtua terhadap anak-anaknya, sehingga mereka “dikirim” ke luar negeri supaya tak membuat ribut di rumah.
  • Baik. Kami akan mencoba memberitahu anak dengan cara yang mudah mereka mengerti.
  • Yang kedua adalah harapan. Mengomunikasikan harapan ini menjadi penting agar anak tak salah persepsi. Ke luar negeri untuk sekolah tentu saja berbeda dengan ke luar negeri untuk bertamasya. Bagi anak-anak yang mulai remaja, sekolah di luar negeri selalu dilihat sebagai hal yang keren dan menyenangkan. Seolah-olah tamasya bertahun-tahun. Hal ini harus jelas dari awal, sedini mungkin.
  • Tujuan dan harapan. Benar, anak perlu tahu 2 hal ini sejak awal. Ada lagi yang perlu dikomunikasikan, Pak?
  • Setelah tujuan dan harapan dikomunikasikan, dan terus dikomunikasikan dengan pelbagai cara, maka setidaknya 3 hal ini yang perlu dipersiapkan sejak awal. Pertama, kejujuran terhadap diri sendiri dan orang lain. Kejujuran menjadi penting karena ini adalah mata uang yang berlaku di mana-mana. Khususnya kejujuran terhadap diri sendiri akan menolong anak untuk mengambil sikap dengan tepat di tengah pelbagai pilihan yang ada kelak di depan matanya. Sudah tak terbilang beberapa anak yang dikirim ke luar negeri ternyata mengambil langkah tidak jujur dalam proses akademisnya. Begitu juga dalam relasinya dengan orang lain.
  • Oh, syukurlah kami sudah mengajari anak tentang kejujuran. Ini memang hal yang penting.
  • Kedua, tanggung jawab. Secara sederhana tanggung jawab berarti mengerjakan apa yang menjadi tugasnya, lepas dari rasa suka atau pun tidak suka. Tanggung jawab ini bisa dilatihkan sejak dari kecil misalnya dalam hal mempersiapkan baju yang akan dipakai esok hari, membuang sampah pada tempatnya, membereskan mainan dan meja belajar.
  • Nah ini area yang masih terus kami coba latih, Pak. Mulai dari hal-hal kecil seperti yang Bapak contohkan.
  • Ketiga, sikap proaktif. Barangkali ini adalah satu hal yang penting terkait konteks budaya di mana anak akan belajar. Tanpa sika proaktif anak-anak akan kalah dalam persaingan studi di luar negeri.
  • Jujur. Tanggung jawab. Proaktif. Baiklah. Terima kasih, Pak.
  • Selalu libatkan Tuhan dalam persiapan ini. Selamat mempersiapkan anak-anak sejak dini.