Bagaimana Memulai Waktu Bermain Dengan Anak?

Bagaimana Memulai Waktu Bermain Dengan Anak?
  • Saya ingin punya waktu bermain dengan anak. Namun saya bingung bagaimana memulainya. Ada saran? Seorang ayah sibuk.
  • Saya ingin menjawab pertanyaan ini dengan terlebih dahulu berbagi pengalaman mendampingi orang yang akan meninggal. Saya tak pernah mendampingi orang yang akan meninggal yang kemudian menyesali karena telah menghabiskan terlalu banyak waktu dengan anak, sehingga tidak mengurus perusahaannya dengan baik. Yang saya sering dengar justru sebaliknya. Banyak yang menyesal karena terlalu banyak menghabiskan waktu dengan pekerjaan, sehingga sedikit waktu bersama dengan anak. Besar harapan saya ini tidak jadi penyesalan parents kelak di kemudian hari.
  • Benar, Pak. Saya tidak ingin menyesal.
  • Yang kedua, sejujurnya penggunaan waktu itu mengikuti prioritas kita. Jadi yang terjadi bukan tidak punya waktu, tetapi itu tidak menjadi prioritas. Nah, saya ingin mengingatkan bahwa waktu yang parents miliki bersama dengan anak sesungguhnya tak panjang. Akan ada saat di mana anak sepertinya tak lagi merindukan dan membutuhkan parents. Jadi, bertambah urgensi bagi parents yang sedang sibuk untuk segera menyediakan waktu bagi anak. Nanti di saat parents tidak lagi terlalu sibuk dan ingin mendekat, bisa jadi anak sudah tak lagi mau didekati.
  • Hmm, iya juga sih, Pak. Saya pernah mendengar teman menceritakan hal yang sama dengan yang Bapak sampaikan ini.
  • Ketiga, pekerjaan dan uang adalah tanggung jawab seorang ayah, tetapi bukan hanya itu tanggung jawab tunggalnya. Mesti ada keberanian untuk berkata cukup untuk pengejaran yang tak akan kunjung selesai ini.
  • Iya. Saya setuju dengan Bapak.
  • Simpulannya? Jangan menunggu ada waktu, buatlah ada waktu. Jadikan saat bersama anak sebagai prioritas. Sisihkan waktu dan bukan sisakan.
  • Terima kasih, Pak. Saya mau segera ajak anak bermain.
  • Dra. Sintowati Soetanto, M.Pd. menjawab, Saya senang melihat inisiatif seorang ayah yang ingin bermain dengan anaknya. Coba parents ingat ingat lagi bagaimana masa kecil dulu, bagaimana orang tua bermain dengan parents. Apabila parents tidak memiliki pengalaman itu, maka bisa mencoba beberapa tips yang sederhana: 1. Mulai berkomunikasi lebih dekat dengan anak. Amati permainan apa yang disukainya 2. Temukan ragam permainan kreatif yang banyak bisa ditemukan di internet dan buku buku permainan 3. Ajaklah anak memilih permainan yang dia inginkan 4. Jadikan kesempatan bermain sebagai kesempatan indah bersama anak sambil mengajarkan nilai-nilai kebenaran yang perlu mereka miliki. Misalnya takut akan Tuhan, kasih, kejujuran, sportivitas, pantang menyerah dan mendahulukan kepentingan orang lain.
  • Terima kasih, Bu.