Bagaimana Mendidik Anak Untuk Menghormati Orang Yang Lebih Tua?

Bagaimana Mendidik Anak Untuk Menghormati Orang Yang Lebih Tua?
  • Saya dan istri melihat berita tentang bagaimana seorang anak memukul gurunya hingga meninggal. Beberapa kali juga kami heran menyaksikan beberapa orang tua berlaku tidak sopan dan semena-mena dengan memarahi guru untuk membela anaknya di sekolah. Entah mengapa kok kami beberapa kalo melihat kejadian semacam itu tanpa sengaja. Bagaimana mendidik anak untuk menghormati orang yang lebih tua?
  • Pdt Wahyu ‘wepe Pramudya menjawab, Saya mengamati zaman memang berubah dengan cepat terkait dengan sikap orang terhadap lembaga pendidikan formal, dalam hal ini sekolah. Dulu, ketika kita mendapatkan nilai yang buruk, maka parents akan memarahi kita habis-habisan. Sekarang, ketika anak-anak mendapatkan nilai yang buruk, maka orangtua akan marah. Namun, kemarahan itu akan diarahkan pada sekolah, khususnya pada guru yang mengajar. Entah apa yang menyebabkan perubahan ini. Saya rasa masing-masing pihak, parents dan sekolah, perlu berefleksi tentang hal ini.
  • Iya. Benar, Pak. Perlu berefleksi tentang hal ini.
  • Walaupun zaman berubah, ada nilai-nilai yang seharusnya tak berubah. Menghormati orang yang lebih tua adalah sebuah kewajaran bahkan sebuah keharusan. Seperti yang tertulis dalam Imamat 19:32, Engkau harus bangun berdiri di hadapan orang ubanan dan engkau harus menaruh hormat kepada orang yang tua dan engkau harus takut akan Allahmu; Akulah TUHAN. Orang yang lebih tua ini bisa jadi adalah parents sendiri, orang tua dari orang lain, para guru di sekolah, dan bahkan siapa saja di sekitar kita.
  • Sangat setuju dengan apa yang Bapak sampaikan. Perubahan zaman biasanya hanya menyangkut cara melakukan sesuatu. Soal pentingnya melakukan sesuatu ya tetap tidak berubah. Kan kebenaran juga tidak berubah, Pak.
  • Pertama, kita dapat mengajarkan anak-anak untuk menghormati orang yang lebih tua dengan mengingatkan mereka pada pesan Tuhan agar segala sesuatu yang kita ingin orang lakukan kepada kita, maka kita harus melakukannya pada orang lain. Jika anak ingin dihormati, maka ia harus mulai dengan belajar menghormati orang lain. Sikap pro aktif, bukan melulu responsif, adalah apa yang menjadi ajaran Tuhan.
  • Menghormati sebagaimana ingin dihormati. Lebih dahulu menghormati. Dua prinsip kebenaran yang bagus, Pak. Lalu?
  • Kedua, anak-anak dapat diajar untuk menghormati orang yang lebih tua dengan mengajar mereka untuk melihat bahwa orang yang lebih tua adalah sumber pengalaman dan hikmat. Orang yang lebih tua layak mendapatkan penghormatan karena mereka telah melewati pelbagai masalah hidup yang belum tentu dapat anak-anak itu lewati di kemudian hari. Anak-anak wajib menghormati karena tanpa orang yang lebih tua, anak-anak akan kesulitan untuk belajar dari pengalaman yang telah lewat dan hikmat yang mereka kumpulkan.
  • Benar. Anak-anak bisa belajar banyak hal dari orang yang lebih tua. Sumber pengalaman dan hikmat yang bisa digali tanpa harus mengalami sendiri. Kalau anak menghormati orang yang lebih tua, mereka pasti akan senang dan gampang berbagi kisah pengalaman dan hikmat yang mereka dapatkan ya, Pak?
  • Iya. Seperti anak-anak ingin disayangi, dihargai, diperhatikan, didengarkan, dimengerti, demikian pula orang yang lebih tua senang jika dihormati. Ketiga, rasa hormat kepada orang lain, adalah cerminan sikap tahu diri. Orang yang tahu diri alias sadar bahwa dirinya bukan segalanya dan tak memiliki segalanya, akan mampu memberikan ruang bagi kehadiran dan karya orang lain dalam hidupnya. Terkait ini anak-anak perlu diajak untuk melihat bahwa ada hal-hal yang tak mampu mereka lakukan, sehingga mereka membutuhkan kehadiran orang yang lain.
  • Hmm, ketika anak-anak menghormati orang yang lebih tua, mereka menunjukkan wujud sikap rendah hati ya, Pak. Saya melihat anak yang hormat pada orang lain, lebih mudah diterima dan mendapat bantuan ketika membutuhkan.
  • Selamat berjuang untuk mengajar anak-anak menghormati orang yang lebih tua. Jika parents telah mengajar mereka dengan baik di rumah, mereka pasti akan bisa mempraktikannya di masyarakat luas.
  • Terima kasih, Pak.