Bagaimana Mengajar Kepedulian Natal Pada Anak?

Bagaimana Mengajar Kepedulian Natal Pada Anak?
  • Natal sudah dekat. Anak minta hadiah Natal. Bagaimana cara mengajar anak agar punya kepedulian terhadap orang lain dan tidak hanya memikirkan hadiah Natalnya sendiri? Ayan dan Ibu yang menantikan Natal.
  • Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya menjawab, Natal adalah pemberian ’hadiah’ terbesar dari Bapa bagi dunia ini, putra tunggal-Nya: Yesus Kristus. Semangat memberi dan sukacita menerima adalah bagian dari Natal. Wajar dalam usia tertentu anak hanya melihat salah satu sisi ini: sukacita menerima. Seiring dengan perjalanan waktu, anak mesti belajar bukan hanya untuk merasakan sukacita tetapi juga dengan membuat orang lain bersukacita. Mau tahu caranya?
  • Wajar tapi tetap perlu diarahkan untuk membuat orang lain bersukacita ya, Pak... Mau, mau, mau tahu bagaimana caranya, Pak!
  • Pertama, ajak anak untuk memahami bahwa Natal adalah ’hadiah’ dari Bapa bagi manusia. Bapa memberikan Yesus Kristus agar manusia terbebas dari dosa dan akibatnya. Hakikat Natal ini perlahan-lahan mulai diajarkan kepada anak sesuai dengan tingkat usianya. Hanya dengan memahami makna Natal inilah anak-anak akan punya alasan kuat untuk berbagi. Kita berbagi karena kita sudah menerima sesuatu yang luar biasa dari Bapa.
  • Kami akan coba menjelaskan makna berbagi pada anak, Pak.
  • Kedua, ajaklah anak bertukar kado di dalam keluarga. Ada kado yang parents berikan kepada anak, tetapi mintalah anak memberikan kado juga untuk parents atau anggota keluarga lain. Tak harus kado itu adalah sesuatu yang dibeli, namun anak-anak dapat membuatnya secara mandiri, misalnya kartu ucapan atau mainan sederhana.
  • Hadiah yang dibuat sendiri? Hand-made? Hmm, sepertinya ini yang paling cocok, Pak. Sekalian mengajarkan bahwa memberi itu harus berkorban ya...
  • Ketiga, bawalah anak untuk menghadiri acara-acara Natal yang melibatkan anak-anak panti asuhan atau orang tua yang tinggal di panti wreda. Hal ini penting agar anak-anak melihat bahwa tidak setiap orang seperti dirinya—yang berkelimpahan.
  • Pas banget di gereja ada kegiatan mengunjungi panti asuhan dan panti wreda, Pak. Kami akan ajak anak ke sana.
  • Selamat merayakan Natal!
  • Terima kasih, Pak. Selamat Natal!