Bagaimana Menghadapi Anak Yang Suka Bicara Sembarangan dan Sangat Aktif?

Bagaimana Menghadapi Anak Yang Suka Bicara Sembarangan dan Sangat Aktif?
  • Anak cewek saya suka bicara sembarangan dan sangat aktif. Kadang membuat kami marah dan berbicara kasar terhadapnya. Bagaimana mengatasi anak yang seperti itu ya? Terima kasih, Ibu NM.
  • Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya menjawab, Secara sederhana, ada dua tipe manusia terkait ekspresi dirinya. Ada introvert yang cenderung pendiam dan menyimpan perasaannya. Ada pula ekstrovert yang gemar dan mudah mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk dari keduanya.
  • Saya harus memahami anak termasuk ekstrovert atau introvert ya, Pak?
  • Nah, pertama-tama ibu mungkin perlu memeriksa apakah memang anak ibu bertipe ekstrovert yang gemar mengumbar pikiran dan perasaannya? Sekali lagi tidak ada yang salah dengan tipe kepribadian ini. Ibu tinggal mengarahkan ekspresi itu melalui kata dan perbuatan yang sesuai dengan kehendak Tuhan dan norma yang berlaku di masyarakat. Dalam kerangka berpikir inilah anak perlu diajar sopan santun dalam berbicara dan mengekspresikan diri.
  • Sopan santun dalam bicara dan mengekspresikan diri yang sesuai kehendak Tuhan dan norma masyarakat. Baiklah.
  • Kedua, jika sebenarnya anak ibu bukan tipe ekstrovert, namun dalam hal-hal tertentu menjadi sangat ekspresif dan bahkan agresif, maka ibu perlu memeriksa jangan-jangan anak ini mempunyai luka tertentu. Sikapnya yang kasar sebenarnya adalah teriakan ketidakberdayaannya. Anak yang dalam kondisi seperti ini tentu membutuhkan pertolongan. Pendekatan yang simpatik akan menolong ibu memahami kondisi yang sebenarnya. Bahkan jika anak ibu adalah tipe ekstrovert namun tak bijak dalam berkata-kata, maka ini juga harus diperiksa apakah ada luka tertentu.
  • Luka tertentu? Nah ini sepertinya memang ada, Pak.
  • Ketiga, faktor lingkungan juga harus diperiksa. Sayang saya tak mendapatkan data berapa usia anak ibu. Pada usia yang relatif muda, anak-anak itu seperti spons yang menyerap apa saja yang mereka lihat dan dengar. Mereka belum tahu betul bagaimana membedakan benar dan salah, atau sopan santun tertentu. Tugas ibu adalah untuk memeriksa lingkungan apakah memberikan pengaruh yang baik atau buruk.
  • Jadi saya perlu memeriksa pengaruh lingkungan juga. Saya dan suami akan mencoba. Terima kasih, Pak.
  • Sila memeriksa baik anak maupun lingkungan hidupnya.