Bagaimana Menjelaskan Tentang Ketidakadilan Pada Anak?

Bagaimana Menjelaskan Tentang Ketidakadilan Pada Anak?
  • Anak melihat temannya tidak mendapat makanan dan bingkisan seperti yang ia dapatkan di Sekolah Minggu. Dia merasa temannya diperlakukan tidak adil. Seharusnya dia dan temannya mendapatkan hal yang sama. Dia sampai membagi makanan dan bingkisan itu dengan temannya. Mungkin rasa keadilannya bangkit gitu ya, Pak... Bagaimana menjelaskan tentang ketidakadilan pada anak? Ibu dan Ayah yang (cukup) adil.
  • Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya menjawab, Parents mesti bersyukur mempunyai anak seperti itu. Ia perhatian dan peka terhadap lingkungannya. Ia juga bersedia berkorban dengan cara berbagi. Ini adalah sifat-sifat baik yang dapat berkembang di kemudian hari.
  • Iya. Kami sangat bersyukur sama Tuhan untuk anak kami, Pak.
  • Tugas parents yang mempunyai anak seperti ini ada dua.
  • Dua? Apa saja, Pak?
  • Anak-anak ini cepat dalam mengamati dan bertindak. Namun seringkali mereka belum cukup paham tentang sopan santun dan norma yang ada. Tak heran kadang kala mereka melakukan tindakan yang benar, dengan cara yang kurang tepat. Tak masalah bila hal ini terjadi, karena mereka memang masih dalam tahap belajar. Bagian parents adalah mengarahkan agar anak-anak belajar bertindak dengan cara yang tepat.
  • Mengarahkan anak belajar bertindak dengan cara yang tepat. Lalu selanjutnya apa, Pak?
  • Anak-anak yang peka dan peduli ini mesti belajar bahwa dunia tempat mereka hidup penuh dengan ketidakadilan. Parents perlu menemani mereka belajar untuk memilih dan memilah “peperangan” mereka. Mereka bukan superhero yang harus menyelesaikan semua masalah di dunia ini. Kemarahan mereka dengan ketidakadilan yang ada harus tersalur dengan cara tepat dan bijaksana.
  • Memilah dan memilih peperangan mereka. Benar juga. Kami akan berdoa dan mencoba mengajar mereka agar jadi bijak, Pak.
  • Masih ada satu lagi yang perlu parents bagikan pada anak tentang ketidakadilan.
  • Apa itu, Pak?
  • Parents juga harus memberikan wawasan teologis terhadap masalah ketidakadilan ini. Bahwa dosa telah membuat manusia menjadi egosentris alias terfokus pada diri sendiri. Ini adalah problem utama yang melahirkan ketidakadilan. Anak-anak bukan hanya perlu mencermati yang terjadi di luar dirinya, namun juga di dalam dirinya. Bahwa ia juga memiliki kecenderungan untuk tak adil juga. Karena natur berdosa yang melekat di dalam dirinya.
  • Ketidakadilan sebagai akibat dosa. Juga natur keberdosaan manusia ya, Pak. Baiklah.
  • Keseimbangan melihat ke luar dan berefleksi ke dalam ini akan melahirkan kebijaksanaan hidup. Anak-anak membutuhkan hal ini seiring dengan pertambahan usia nanti.
  • Terima kasih, Pak. Tuhan Yesus memberkati.
  • Selamat mensyukuri anak-anak yang peduli dan bersedia berkorban. Selamat mendidik mereka agar kelak bermanfaat bagi masyarakat di kemudian hari.