Bagaimana Peran Orang Tua Menghadapi Anak Berpacaran?

Bagaimana Peran Orang Tua Menghadapi Anak Berpacaran?
  • Bagaimana peran kami dalam menghadapi anak yang sedang berpacaran? Dari Papa dan Mama yang pusing.
  • Pdt. Wahyu 'wepe' Pramudya menjawab, Papa dan Mama yang pusing, tenangkan diri parents. Pacaran adalah bagian dari kehidupan anak-anak begitu beranjak remaja. Beberapa parents sudah bersiap-siap bahkan sejak anak-anak mereka masih kecil. Mereka mengingatkan tentang usia pacaran dan batasan-batasan dalam hubungan lawan jenis. Bahkan ada yang memberi peringatan keras agar anak-anak tak berpacaran sebelum mampu mencari uang sendiri.
  • Huuufft... Iya, kami coba menenangkan diri, Pak. Lanjut, Pak...
  • Kerasnya peringatan parents tentang pacaran ini bisa kita pahami. Ada banyak anak yang mengalami kehancuran masa depan akibat menjalin relasi yang keliru. Bahkan ada yang sampai kehilangan hal-hal sangat berharga dalam hidup. Keperawanan atau keperjakaan. Sampai nyawanya sendiri di tangan sang pacar atau mantan pacar.
  • Wah kok malah jadi tambah ngeri gitu, Pak?
  • Saya ingin membagi dua peran orang tua terkait dengan pacaran anak-anak mereka. Pertama, sebelum anak-anak mulai berpacaran. Kedua, ketika anak-anak sedang berpacaran.
  • Nah, ini yang kami tunggu. Salah satu anak kami baru saja berpacaran. Sementara adiknya masih belum.
  • Sebelum anak-anak berpacaran, parents perlu menegaskan ulang apa arti pacaran. Pacaran adalah proses mengenal sebelum pernikahan. Dengan demikian, anak-anak dapat memahami bahwa pacaran bukan hanya demi tuntutan pergaulan, apalagi sekadar senang-senang tanpa tujuan. Dalam kerangka ini, parents bisa menetapkan batas usia minimum anak sebelum berpacaran. Parents juga dapat menjelaskan aktivitas-aktivitas sehat yang dapat dilakukan anak-anak ketika kelak mereka berpacaran. Batasan-batasan yang harus dihormati dalam pacaran dapat ditegaskan di sini, khusus terkait dengan aktivitas fisik yang menjurus ke kegiatan seksual. Semua penjelasan dan batasan ini mesti diberikan sebelum anak-anak berpacaran.
  • Itu pencegahannya ya, Pak. Maksudnya apa yang bisa dilakukan sebelum anak berpacaran. Lalu untuk anak yang sudah berpacaran bagaimana, Pak?
  • Pada saat anak-anak sedang berpacaran, parents perlu menegaskan ulang arti pacaran dan batas-batas yang ada. Namun, bukan hanya itu saja perannya. JIka parents hanya menegur dan melarang, saya kuatir anak-anak mengambil jalan belakang. Maka jadilah teman berbagi terpercaya bagi anak-anak. Tentu saja sulit mengharapkan keterbukaan dari anak-anak ketika mereka sedang berpacaran. Parents mesti memberikan contoh dan teladan keterbukaan dengan berbagi pengalaman hidup.
  • Berarti sebaiknya kami cerita tentang pengalaman dan masa pacaran kami ya, Pak?
  • Benar. Jadilah apa adanya di hadapan anak-anak. Mereka sangat tidak menyukai kepalsuan. Ceritakanlah jatuh dan bangun pacaran parents dengan pasangan. Anak akan dapat mempelajari sesuatu dari kisah nyata itu.
  • Jangan terkejut dengan keterbukaan anak yang sedang berpacaran. Tak perlu pula memarahi mereka. Keterbukaan adalah awal dari pemulihan ke arah yang lebih baik. Temanilah anak dengan segala jatuh bangun mereka.
  • Terima kasih, Pak. Kami akan coba melakukannya.
  • Dra. Sintowati Soetanto, M.Pd. menjawab, Peran parents sebagai sahabat, penasehat, pengawas dan model. Sebagai sahabat yang bisa menemani ketika dalam keadaan senang dan tertarik, memberi dukungan seperlunya. Penasehat ketika dalam keadaan galau, marah dan kecewa, apalagi bila nampak pilihan yang diambil kurang tepat. Pengawas untuk mengamati dan mengawasi bila anak mulai tidak jujur dan melakukan hal-hal yang melanggar komitmen. Sebagai model, parents dapat bertutur bagaimana berpacaran yang positif sesuai dengan pengalaman pribadi.
  • Wah semakin melengkapi! Terima kasih, Bu.
  • Jangan lupa melibatkan Tuhan dalam setiap proses ini, parents. Hikmat dan tuntunan-Nya cukup untuk parents dan anak.
  • Benar juga ya, Pak. Tidak ada salahnya anak belajar dari pengalaman kami. Malah bisa sangat berguna untuk mereka. Apalagi kami juga melibatkan Tuhan dalam masa berpacaran.