Papa dan Mama, Bagilah 3 Tugas Pengasuhan Anak Ini Dengan Baik

Papa dan Mama, Bagilah 3 Tugas Pengasuhan Anak Ini Dengan Baik
  • Orang bilang parenting itu seperti balancing. Tentu saja tidak pernah merupakan tugas yang mudah.
    Namun hasilnya sangat rewarding laugh

    Sayangnya menyeimbangkan itu memang benar bukan sesuatu yang gampang. Suami sangat tegas, sementara saya lebih banyak kasihan. Kami seakan dua kutub berbeda. Selama ini sih dalam mendidik anak kami sepakat untuk lebih banyak mengasihani anak.

    Belakangan saya merasa ini tidak sehat sad Seporsi ketegasan juga tentu perlu.
    Karena terlalu sering berwelas asih, kami jadi bingung untuk menyeimbangkan welas dengan tegas.

    Kapan harus tegas?  Kapan harus welas?

    Tugas apa saja yang harus dibagi oleh orangtua terkait pendidikan anak?

  • Parents, terima kasih untuk kesadaran bahwa pendidikan anak tidaklah mudah yes 

    Saya Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya mencoba memahami dan membantu parents.

     

    Di dalam kebingungan tentang pendidikan anak, biasanya parents mengambil salah satu dari dua kemungkinan ini.  

    Kemungkinan pertama, meneruskan begitu saja pola pendidikan yang parents terima dari orang tua.  

    Masalahnya adalah: bukankah suami dan istri datang dari dua latar belakang keluarga yang berbeda? Jadi dalam praktiknya akan menggunakan pola pendidikan warisan keluarga ayah atau ibu?

  • Meneruskan pola pendidikan ya...

    Kemungkinan kedua apa, Pak?

  • Kemungkinan kedua kita akan ”membuang” semua warisan dari pola asuh keluarga di masa lalu karena menganggapnya salah dan tak lagi relevan.  

    Masalahnya perlu segera belajar pola-pola pengasuhan anak yang sudah disepakati berdua.  Kesepakatan antara suami dan istri membutuhkan waktu untuk mencapainya, bukan?
     

  • Benar juga...

    Menyepakati pola asuh baru memang bukan urusan mudah.

  • Nah, suami istri memang seharusnya menyepakati 3 hal ini terkait pengasuhan anak.

  • Apa saja yang perlu kami sepakati ya, Pak?

  • Pertama, pembagian tugas pemenuhan kebutuhan anak sehari-hari.

  • Seperti apa misalnya, Pak?

  • Pembagian tugas ini menyangkut soal aspek sehari-hari kebutuhan anak.

    Siapa yang mengantar sekolah, menyiapkan makanan, mengurus segala keperluan sekolah, dan juga hal-hal lain terkait pendidikan anak.

    Pembagian tugas akan memastikan bahwa tidak ada kebutuhan anak yang terabaikan oleh parents.  

    Pembagian tugas ini juga menyangkut soal situasi-situasi emergency jika yang bertugas di wilayah tersebut tidak bisa menjalankan peran karena hal mendesak. Misalnya harus ke luar kota, maka siapa yang bertanggung jawab menggantikannya?  

    Pembagian tugas ini menyangkut soal kesepakatan parents berdua.

  • Oh begitu ya, Pak...

    Lalu apa lagi?

  • Kedua, pembagian tugas pendidikan anak

  • Maksudnya untuk urusan sekolah siapa yang lebih berperan gitu ya, Pak?

  • Tugas pendidikan anak dalam hal ini bukan hanya sekadar soal memasukkan anak ke sekolah yang baik, membayar biayanya dan menghadiri acara-acara seminar parenting di sekolah.

    Lebih dari itu terkait dengan pendidikan nilai-nilai tertentu yang ingin parents ajakarkan kepada anak-anak.

  • Oh lebih jauh dari sekadar hal-hal sekolah ya, Pak...

  • Misalnya tentang nilai kejujuran.  

    Ada parents yang berbagi tugas seperti ini, Mama menjadi ”polisi” yang terus mengawasi dan akan memberikan hukuman, sementara Papa akan menjadi sosok ”baik” yang terus memberikan pengampunan.

    Sebenarnya pembagian peran seperti ini secara terus menerus akan menghasilkan sesuatu yang kurang baik bagi anak-anak.  

    Tertanam di benak anak-anak bahwa Mama adalah sosok galak, sementara Papa adalah sosok yang baik.  Citra seperti ini akan tertanam seumur hidup anak.
     

  • Benar juga ya...

    Kami sering seperti itu, Pak.

    Jadi semestinya bagaimana?

  • Barangkali yang lebih tepat adalah parents memainkan dua peran sekaligus, baik mengawasi atau menyatakan kemurahan hati.

    Anak-anak akan melihat, baik Papa maupun Mama sebagai sumber ketegasan sekaligus kelembutan.

    Kadang mereka mendengarkan teguran dari Papa atau Mama, sekaligus merasakan kelembutan dari keduanya.  

    Bukan mengidetikkan kelembutan dengan satu sosok saja, sehingga memilih mendekat terus pada sosok ini dan malah membenci sosok yang lain.  Hindari hal seperti ini. 
     

  • Oh jadi langsung memainkan dua peran sekaligus ya, Pak...

    Apa lagi yang perlu kami sepakati, Pak?

  • Ketiga, pembagian tugas perencanaan masa depan anak.

  • Seperti pilihan lokasi sekolah dan arahan cita-cita ya, Pak?

  • Tepat!

    Masa depan anak juga perlu direncanakan bukan?

    Tentu tingkat keterlibatan anak disesuaikan dengan usia mereka.

    Kalau masih TK, SD, SMP biasanya lebih banyak peran orang tua yang mengatur.

  • Jadi pembagian tugasnya kira-kira seperti apa, Pak?

  • Mohon diingat sekali lagi jangan melakukan pembagian tugas seperti ini: Papa hanya bertanggung jawab soal pembiayaan, sementara percakapan dengan anak akan dilakukan oleh Mama.  

    Baik Papa dan Mama mesti melakukan percakapan bersama atau bergantian kepada anak tentang rencana di masa depan.  
     

  • Oh begitu ya, Pak?

    Berarti seperti memainkan dua peran sekaligus untuk pendidikan anak. 

  • Jangan sampai anak hanya menangkap kesan bahwa Papa hanya memberikan uang, sementara perhatian dan perencanaan hanya bersumber dari Mama.

    Tentu saja soal pencarian uang untuk masa depan anak menjadi kesepakatan parents berdua.

    Namun, jangan sampai seorang Papa merasa tugasnya hanya mencari uang dan melepaskan semua tanggung jawab percakapan dan perencanaan pada Mama, atau sebaliknya.

  • Iya juga ya, Pak...

    Baiklah, kami akan mencoba membagi tugas pengasuhan anak dengan baik smiley

  • Selamat mengandalkan Tuhan dan terus berjuang, parents!