Heboh Tokoh Terkenal Bebas dari Tahanan, Orang Tua Ajarkan 3 Prinsip Kehidupan Ini pada Anak-anak

Heboh Tokoh Terkenal Bebas dari Tahanan, Orang Tua Ajarkan 3 Prinsip Kehidupan Ini pada Anak-anak
  • Anak membaca dua berita terkini tentang dua tokoh terkenal yang akan bebas dari tahanan sebentar lagi. Lalu dia bertanya, "Mengapa orang ditahan? Bagaimana bisa dibebaskan?" Suami saya menjawab dengan sederhana dan mudah dimengerti. Soalnya dia memang berlatar belakang Ilmu Hukum. Namun saya merasa masih bisa menambahkan penjelasan suami, terutama tentang bagaimana sikap yang benar sebagai murid Kristus dalam menghadapi orang-orang terhukum. Sepertinya ini momen yang tepat untuk mengajar anak. Ada saran tentang apa yang perlu saya jelaskan? Nilai-nilai apa yang bisa kami ajarkan pada anak sehubungan dengan hal ini? Ibu Yang Senang Mengajar.
  • Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya menjawab, Anak-anak zaman now tak steril dari berita yang seharusnya belum menjadi konsumsi mereka karena belum cukup umur. Keadaan yang seperti ini, tak sepenuhnya dapat dihindari. Parents dapat memakai keadaan yang tak ideal ini untuk mengajarkan anak-anak tentang nilai-nilai yang mereka butuhkan dalam menjalani kehidupan di dunia nyata kelak.
  • Iya. Ini kesempatan yang sangat bagus kan, Pak... Apa yang perlu kami ajarkan, Pak?
  • Pertama, prinsip sebab akibat. Setiap tindakan menghasilkan konsekuensi tertentu. Ada yang bersalah karena melanggar hukum dan terbukti di pengadilan, maka penjara adalah hukuman atas kesalahan tersebut. Anak-anak perlu memahami prinsip ini demi masa depan mereka. Suatu kali kelak mereka cukup umur untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di mata hukum.
  • Bicara tentang konsekuensi tindakan ya, Pak? Kami sudah mengajar tentang hal ini sejak kecil. Tapi kesempatan yang ada ini baik untuk melakukan repetisi pengajaran soal konsekuensi.
  • Prinsip ini bukan hanya perlu diajarkan tetapi juga dipraktikkan. Misalnya ketika anak tidak membawa buku sekolah dan ada hukuman dari pihak sekolah. Ajarlah anak-anak untuk menerima konsekuensi dari perbuatan mereka. Tak perlu mengirimkan buku hanya supaya anak-anak tak mendapatkan hukuman dari sekolah. Anak-anak harus belajar sejak kecil tentang prinsip sebab akibat ini.
  • Ya. Kami sudah mempraktikkan hal ini, Pak. Terima kasih sudah mengingatkan lagi!
  • Kedua, prinsip hidup damai di tengah perbedaan. Di tengah masyarakat Indonesia yang beragam ini, anak-anak dengan cepat mengenali perbedaan yang ada antara diri dan teman-temannya. Anak-anak juga harus belajar bahwa berbeda itu biasa. Tak harus berkelahi karena perbedaan itu.
  • Untuk area ini kami masih perlu banyak mengingatkan pada anak.
  • Prinsip ini bisa dipraktikkan di rumah ketika anak-anak bermain bersama saudara kandungnya. Bisa jadi mereka akan kukuh mempertahankan pendapatnya bahwa mainan harus dimainkan dengan tertentu, sedangkan saudaranya punya cara lain untuk memainkan. Pakailah kesempatan ini untuk mengajarkan anak-anak tentang apa itu perbedaan, mengapa perbedaan itu tak boleh menjadi alasan untuk bertengkar.
  • Bisa mulai dari rumah dengan kakak dan adik ya, Pak. Kalau dengan lingkungan sekitar perlu juga kan, Pak? Bagaimana caranya?
  • Tepat! Prinsip ini juga harus dipraktikkan di sekitar rumah tinggal. Anak-anak dapat mengenali orang-orang yang mempunyai latar belakang sosial yang berbeda, baik dari soal etnis atau agama. Parents perlu mengajar anak untuk turut mengucapkan selamat ketika tetangga merayakan hari raya keagamannya.
  • Mengenalkan anak dengan lingkungan sosial yang berbeda. Kami akan mencoba lebih banyak mengajak anak di area ini.
  • Ketiga, prinsip keadilan dunia yang terbatas. Ya, anak-anak perlu memahami bahwa sebaik-baiknya hukum dan keadilan di dunia, selalu ada keterbatasannya. Barangkali anak-anak pernah membaca kisah tentang orang yang harus menjalani hukuman karena kesalahan yang sebenarnya tak dilakukan. Anak-anak pun mungkin mengalami bahwa teman yang bersalah, namun mereka yang harus menjalani hukuman. Inilah kesempatan baik untuk menjelaskan bahwa keadilan di dunia ini terbatas, namun keadilan Tuhan sempurna.
  • Memang harus selalu mengarahkan mereka pada Tuhan ya, Pak... Juga untuk urusan konsekuensi, hidup dengan perbedaan dan keadilan.
  • Iya dong. Nah, selain 3 prinsip tersebut ada juga yang tak kalah penting untuk parents sampaikan pada anak. Ajarkanlah anak-anak untuk mewujudnyatakan belas kasihan kepada mereka yang bersalah. Anak-anak perlu belajar bahwa pengampunan, bukan pembalasan, yang membuat hidup ini dapat terus berlangsung dengan baik. Itulah yang Tuhan kehendaki. Mengampuni, bukan membalas. Seperti Dia juga sudah mengampuni kita melalui Kristus.
  • Terima kasih, Pak!