Remaja Ingin Beribadah di Gereja yang Berbeda dengan Orang Tua, Dua Hal ini Harus Dipahami Orang Tua

Remaja Ingin Beribadah di Gereja yang Berbeda dengan Orang Tua, Dua Hal ini Harus Dipahami Orang Tua
  • Anak kami sudah beranjak remaja. Dia lebih senang ibadah di gereja lain. Kakaknya malah bergabung dengan komunitas kristen sesuai hobinya. Apa yang harus kami lakukan? Apa anak harus beribadah di gereja yang sama dengan orang tua?
  • Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya menjawab, Selamat untuk parents yang putra-putrinya beranjak remaja. Ini bukan periode yang mudah bagi parents, juga bagi anak yang beranjak remaja. Nah, sebagai orang tua, saya ingin memberikan beberapa hal yang parents perlu perhatikan.
  • Apa saja itu, Pak?
  • Pertama, masa remaja adalah masa transisi.
  • Maksudnya transisi apa, Pak?
  • Masa remaja adalah masa transisi antara masa anak-anak dan masa dewasa. Dalam masa transisi, remaja seringkali bergerak cepat atau berpindah-pindah dari dua masa ini. Soal kebebasan, remaja ingin diperlakukan sebagai orang dewasa. Setelah melakukan hal tertentu dan ternyata hasilnya kurang atau tidak baik, maka remaja ini cenderung berkata, ”Saya kan masih anak-anak.” Mengesalkan bukan?
  • Iya sih, terkadang mengesalkan memang, Pak...
  • Parents pahamilah masa transisi agar tidak cepat “baper” terkait perilaku anak yang beranjak remaja ini. Ajarlah anak untuk belajar memiliki sikap yang konsisten apa yang apa yang mereka ucapkan dan lakukan. Lalu dorong kesediaan mereka untuk menanggung konsekuensi ketika sikap tak konsisten muncul.
  • Oh begitu ya, Pak... Lalu bagaimana hubungannya dengan urusan pindah gereja, Pak?
  • Jadi, jangan bereaksi terlalu cepat ketika anak-anak ingin pindah gereja. Jangan-jangan ini hanya respons sesaat terkait dengan situasi yang sedang mereka alami. Lihat dan cermatilah kestabilan pilihan mereka terlebih dulu. Dorong remaja bersikap konsisten terkait pilihan dan konsekuensinya.
  • Oke, akan kami coba, Pak. Yang kedua apa?
  • Kedua, masa remaja adalah masa internalisasi.
  • Internalisasi nilai?
  • Ya, inilah masa internalisasi nilai-nilai yang remaja telah pelajari telah sejak kanak-kanak di tengah kondisi hidup di lingkungan mereka. Remaja ini sedang mencoba “mencocokan” apakah nilai-nilai yang mereka pelajari itu sesuai atau malah berlawanan dengan nilai-nilai yang ada di dalam dunia ini. Ketika kecocokan terjadi, maka tak akan muncul masalah berarti. Namun, ketika ada ketidakcocokan, maka remaja akan menetapkan pilihan. Mulai dari soal pilihan sederhana keseharian, misalnya menentukan pakaian, hingga hal yang lebih serius terkait dengan persepsi kebenaran.
  • Nah ini, berat juga ya, Pak... Lalu untuk anak yang tidak mau bergereja lagi di tempat yang sama dengan kami bagaimana? Padahal kami merasa sudah cukup menanamkan nilai-nilai kebenaran Firman Tuhan.
  • Jadi, ketika anak-anak tak lagi mau bergereja di tempat yang sama dengan kita, jangan langsung gundah. Cobalah bertanya, "Aapa yang menjadi dasar pilihan ini? Soal selera? Mengikut teman? Atau hal-hal mendasar soal doktrin dan ajaran?" Anak-anak harus bisa mengenali diri dan pilihannya. Tentu saja termasuk konsekuensi dari pilihannya.
  • Kami akan mulai bertanya ke anak tentang hal-hal yang Bapak sampaikan ini.
  • Lakukan dalam diskusi santai. Tentu saja siapkan hati dan telinga untuk memperhatikan dan mendengar.
  • Pasti, Pak!
  • Nah, dua hal itu yang harus parents lakukan dan perhatikan. Sembari mengingat bahwa Kristus adalah kepala gereja, yang muncul dengan beragam bentuk dan namanya di sekitar kita.
  • Terima kasih, Pak!