Anak Zaman Now Tak Punya Inisiatif, Cenderung Ikut-Ikutan Teman Saja? Apa yang Harus Orang Tua Lakukan?

Anak Zaman Now Tak Punya Inisiatif, Cenderung Ikut-Ikutan Teman Saja?  Apa yang Harus Orang Tua Lakukan?
  • Anak zaman now ini sepertinya kekurangan inisiatif. Mesti didorong, disemangati, disuruh bahkan dimarahin. Mereka juga kebanyakan hanya jadi followers dari temannya yang berpengaruh.

    Sebenarnya kalo mau dipikir, zaman old juga seperti itu sih. Tapi daya juang dan kemauan anak sekarang sepertinya sangat tergantung mood dan stimulus dari luar.

    Kami sudah melihat hal seperti ini di banyak anak. Kami tidak mau anak kami seperti itu juga. Mumpung dia masih SD, kami ingin dia tidak menjadi followers tapi bisa punya inisiatif, bahkan jadi leader.

    Bagaimana mendorong anak memiliki inisiatif dan jiwa pemimpin?

  • Bagi saya, Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya, anak zaman now memang sangat menarik.  

    Kita kagum pada kemampuan dan kecepatan mereka menggunakan teknologi informasi, namun tak jarang juga prihatin terkait dengan perilaku mereka.

  • Iya, Pak.

    Kagum di satu sisi, prihatin di sisi lain.

  • Setiap zaman ada generasinya, tiap generasi ada zamannya.

    Barangkali ungkapan ini akan menolong parents untuk memahami perbedaan yang ada dalam tiap generasi. Jika parents dapat menilai dengan lebih obyektif kondisi anak zaman now, maka terbuka kemungkinan lebih besar bagi parents untuk mendorong mereka menjadi pemimpin.

  • Bagaimana cara menilai mereka dengan obyektif, Pak?

  • Mari perhatikan kondisi anak zaman now lewat tiga pertanyaan ini.

  • Pertanyaannya apa saja, Pak?

  • Pertama, tantangan apa yang dihadapi anak-anak zaman now?

  • Tantangan mereka pasti berbeda dengan tantangan di zaman kami ya, Pak?

  • Ada konteks hidup yang berbeda antara parents dan anak zaman now.  

    Perubahan tehnologi berlangsung cepat. Digitalisasi dan globalisasi mewujud dalam pelbagai aspek hidup sehari-hari yang tentu saja memengaruhi seluruh aspek kehidupan anak-anak.  

    Gawai menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak.  Mereka tidak berkekurangan sumber informasi.  Mereka membutuhkan kemampuan untuk menilai dan menimbang setiap informasi yang ada.
     

  • Dalam konteks pergumulan seperti ini, bagaimana kami mendorong anak-anak untuk mempunyai inisiatif dan berjiwa pemimpin?

  • Parents bisa menolong anak merumuskan nilai-nilai hidup pribadi yang akan mewarnai perjalanan hidup dan target yang hendak mereka capai kelak.  

    Dua hal ini yang akan menolong anak-anak terus berjuang dalam hidupnya, punya inisiatif dan menjadi pemimpin bagi hidupnya dan sekitarnya.

    Tentu saja perlu selalu mengarahkan nilai hidup dan target pada Tuhan. Sumbernya dari Alkitab.

    Biasanya dengan 3 pertanyaan sederhana dari etika kristen sebagai penguji:

    1. Apa motivasinya benar?
    2. Apa tujuannya benar?
    3. Apa caranya benar?

    Ketiga hal ini, motivasi, tujuan dan cara harus benar sesuai kebenaran Firman Tuhan.

    Parents bisa mengajak anak memandang nilai hidup dan target mereka dari kaca mata ini. Tidak lupa sesuaikan dengan usia mereka ya agar tidak bingung.

  • Wah sangat jelas dan mengingatkan kembali apa yang penting!

    Lalu pertanyaan kedua apa, Pak?

  • Kedua, siapa yang menjadi teladan kepemimpinan bagi anak?

  • Berusaha menyelami siapa yang mereka lihat sebagai pemimpin yang baik ya, Pak?

  • Anak-anak zaman now punya teladan kepemimpinan yang berbeda dengan parents.  

    Tokoh-tokoh favorit parents barangkali tak menarik bagi anak-anak.  

    Sebagai orang yang lebih tua, parents mungkin akan terkejut dengan tokoh-tokoh yang mereka pilih sebagai idola atau panutan mereka.
     

  • Oh begitu ya, Pak?

  • Perbedaan zaman yang menyebabkan perbedaan konteks hidup akhirnya membawa pula pada perbedaan pilihan tokoh seperti apa yang menjadi panutan.

  • Bagaimana kalau yang anak sukai ternyata justru orang yang kontroversial, Pak?

  • Menjadi penting bagi parents untuk memahami nilai-nilai apa yang ditemukan anak dalam seorang tokoh yang sangat kontroversial itu.

    Bukan berarti anak-anak menyetujui semua perilaku tokoh ini, namun ada aspek tertentu yang mereka gemari.  

    Nah, ini yang perlu parents ketahui dan pahami.  Selanjutnya, ajak anak untuk memahami perspektif parents tentang apa yang penting dalam sebuah perjalanan kepemimpinan agar perspektif anak menjadi lebih utuh.

    Tentu saja perspektif ini bukan dari parents sendiri, tapi bersumber pada Firman Tuhan.

  • Dengar, pahami, arahkan.

     

    Kemudian pertanyaan ketiga apa, Pak?

  • Banyak orang tua ingin mengajarkan banyak hal kepada anak-anak, tanpa menyadari bahwa waktu mereka dalam interaksi dengan anak-anak sangatlah terbatas.  

    Anak-anak zaman now seringkali setelah SMA atau malah SMP sudah meninggalkan rumah demi mengejar cita-cita hidupnya. 
     

  • Iya juga ya, Pak.

    Orang tua memang kadang lupa kalau waktu sangat terbatas dan perlu dibagi dengan bijak.

    Ada saran untuk situasi ini, Pak? 

  • Jika waktu parents terbatas, maka ciptakanlah momen-momen untuk membuat pengajaran dan pengasuhan menjadi efektif.  

    Selain itu menjadi penting agar parents belajar menyesuaikan harapan-harapan pada anak dengan keterbatasan yang parents miliki untuk dapat mendampingi dan mengasuh mereka. 
     

  • Menciptakan momen dan menyeimbangkan harapan dengan keterbatasan.

    Baiklah.

    Terima kasih, Pak.

  • Oh ya, jangan pernah lupa bahwa anak-anak adalah pemberian Tuhan atas hidup parents.  Bergumul bersama Tuhan sambil berkomunikasi dengan anak akan menolong parents menumbuhkan inisiatif dan jiwa kepemimpinan anak.

    Selamat berjuang. Yang terbaik masih akan datang!