Ketika Anak Bertanya: Apa Hubungan antara Telur, Kelinci dan Paska?

Ketika Anak Bertanya: Apa Hubungan antara Telur, Kelinci dan Paska?
  • Sebentar lagi Jumat Agung dan Paskah. Ada begitu banyak kegiatan untuk anak-anak. Mulai dari menghias telur, mencari telur yang tersembunyi, menghias palem, mewarnai kelinci, dan lain-lain. Semua ikon ini sepertinya mengaburkan makna Paskah sesungguhnya. Untuk apa menggunakan lambang-lambang itu? Mengapa tidak menceritakan kisah Paskah dengan lengkap? Bagaimana menjelaskan tentang pengorbanan dan kebangkitan Yesus Kristus pada anak? Papa dan Mama pencari kebenaran.
  • Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya menjawab, Pertama-tama, yang benar itu Paska, parents. Bukan Paskah. Bisa baca di tautan ini: http://gkipi.org/mana-yang-benar-paska-atau-paskah/
  • Oh Paska ya, Pak... Baiklah. Kami buka tautan itu sekarang.
  • Rasanya tak ada perayaan Paska tanpa hadirnya telur, khususnya bagi anak-anak. Telur itu bukan hanya dibagikan untuk dibawa pulang dan dinikmati bersama keluarga, namun juga untuk dihias dan dilombakan. Demikian juga ada lomba mencari telur yang biasanya sangat memeriahkan suasana perayaan Paska. Tak jauh berbeda dengan itu, muncullah hiasan dengan pelbagai gambar kelinci. Jadi, apa kaitan antara telur, kelinci dan Paska?
  • Benar. Itu yang jadi kepedulian dan pertanyaan kami, Pak.
  • Kehadiran telur dan kelinci dalam masa Paska adalah warisan tradisi. Sebagai sebuah warisan tradisi, ada pelbagai macam penjelasan yang mencoba memaparkan latar belakangnya. Di tengah pelbagai varian penjelasan yang ada, nampaknya cenderung ada kesepakatan bahwa telur dimaknai sebagai sebuah tanda kehidupan, telur akan menetas menjadi anak ayam. Sementara kelinci diperspepsi sebagai tanda kesuburan, sebab relatif banyak jumlah anak-anaknya.
  • Tradisi dengan makna tertentu ya, Pak... Tapi apakah itu penting dan perlu diteruskan?
  • Kehadiran tradisi seperti telur dan kelinci ini bisa bermakna ganda. Yang pertama, kehadirannya bisa mengganggu makna yang sebenarnya. Perhatian anak-anak teralih pada keasyikan menghias dan mencari telur, dan tak peduli dengan apa yang dilambangkan oleh telur dan juga kelinci itu.
  • Nah itu dia yang paling sering terjadi, Pak.
  • Yang kedua, kehadiran tradisi yang membuat perayaan ini meriah juga bisa menjadi jembatan yang membawa anak-anak pada makna yang sebenarnya, yakni pada Kristus dan pengorbanan-Nya. Dalam hal ini peran parents sangat jelas. Parents harus membantu anak-anak memahami telur dan kelinci adalah lambang dari kehidupan dan kesuburan. Lambang yang menunjuk pada Kristus yang memberikan hidup agar umat dalam menjalani hidup dengan segala kelimpahan-Nya.
  • Menjadikan tradisi sebagai jembatan untuk menceritakan tentang pengorbanan Kristus ya, Pak. Ada masukan tentang bagaimana caranya?
  • Saya rasa parents bisa menceritakan Jumat Agung dan Paska dengan memaparkan latar belakang Perjanjian Lama, khususnya tentang lepasnya bangsa Israel dari penjajahan di Mesir. Ada pengorbanan binatang yang memberikan kelepasan dari murka Allah. Dari titik tolak ini, anak dapat diajak untuk menghayati pengurbanan Yesus di kayu salib, sehingga mereka mendapatkan kehidupan yang kekal. Hidup yang kekal dalam arti pengampunan dan relasi yang baik dengan Bapa di Surga.
  • Wah ini yang jauh lebih penting daripada telur dan kelinci! Setuju, Pak.
  • Selamat merayakan Paska dan Jumat Agung. Selamat mengajar anak dari simbol atau lambang dalam sebuah perayaan menuju makna yang sesungguhnya.
  • Selamat menjelang Jumat Agung dan Paska juga, Pak! Kami akan mencoba mengajar anak tentang makna Paska sejati. Terima kasih.