Ketika Anak Bertanya Apa itu Pelakor, Orang Tua Jelaskan 3 Hal Ini

Ketika Anak Bertanya Apa itu Pelakor, Orang Tua Jelaskan 3 Hal Ini
  • Anak-anak saya yang duduk di Sekolah Dasar bertanya, "Apa sih, Ma, pelakor itu?" Mama setia.
  • Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya menjawab, Tak bisa dipungkiri, begitu memegang gawai alias gadget, maka dunia anak-anak akan meluas melampaui batasan usianya. Ada hal-hal yang sebetulnya belum pantas untuk dikonsumsi anak-anak, kini terlihat dan terdengar oleh mereka. Tak perlu kuatir atau cemas ketika anak-anak masih menanyakan hal-hal seperti ini kepada parents. Lebih baik mereka bertanya kepada parents, daripada mencoba mencari jawaban sendiri. Dalam kesempatan menjawab dan menerangkan kepada anak-anak, parents punya kesempatan yang baik untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran.
  • Malah kesempatan yang baik ya, Pak. Lalu apa yang perlu saya jelaskan?
  • Pertama, parents dapat mulai menjelaskan tentang konsep pernikahan yang seharusnya. Satu pria yang mengikat janji untuk setia dengan satu wanita dalam pelbagai situasi kehidupan. Nah, setelah sepasang pria-wanita ini berjanji, maka mereka harus berjuang menepati janji yang diucapkan. Namun, sayangnya selalu ada godaan untuk tidak setia dengan orang lain. Beberapa orang menyerah dengan godaan ini, sehingga terlibat dalam hubungan yang tidak pantas dengan orang lain dan mendukakan hati Tuhan. Nah, ini adalah titik berangkat yang harus parents jelaskan: konsep pernikahan yang benar.
  • Konsep pernikahan yang benar. Melibatkan Tuhan, merupakan perjanjian, saling mengasihi dan setia. Lalu apa lagi, Pak?
  • Kedua, parents menjelaskan arti kata pelakor, yakni perebut laki orang. Sebutan ini seringkali dikenakan wanita yang menjadi istri resmi kepada wanita yang "merebut" suaminya. Dalam penjelasan ini parents perlu menegaskan bahwa laki-laki atau suami bukanlah barang yang dapat diperebutkan. Suami atau laki-laki adalah manusia dengan keinginan dan pilihan. Parents perlu menegaskan bahwa suami yang tergoda oleh wanita lain bukanlah pria yang baik dan bertanggung jawab. Apalagi pria itu dan istrinya cenderung menyalahkan wanita lain atas kesalahannya.
  • Nah bagian ini yang sepertinya perlu ilustrasi yang dekat dengan anak biar mudah dimengerti, Pak.
  • Ketiga, parents kembali menegaskan bahwa ketidaksetiaan dalam pernikahan adalah hal yang merusak keluarga. Parents tak perlu menjelaskan lebih vulgar tentang apa artinya tida setia itu. Cukup menegaskan bahwa tidak baik bila seorang suami terlibat hubungan dekat dengan wanita lain; demikian pula bila seorang istri terlibat hubungan dekat dengan pria lain. Parents dapat menyebutkan terjadinya perpisahan atau perceraian karena ketidaksetiaan ini. Besar kemungkinan anak-anak pernah mendengar kisah perceraian parents lain dari temannya. Ajak anak untuk mendokan keluarga dari teman mereka yang orangtuanya sudah bercerai.
  • Ketidaksetiaan itu merusak. Baiklah. Ajak berdoa juga perlu ya, Pak...
  • Ingat, jangan mudah terkejut dengan pertanyaan anak-anak. Jangan pula memadamkan rasa ingn tahu itu dengan mengatakan bahwa mereka masih anak-anak dan tak perlu tahu hal-hal tertentu. Justru pakailah kesempatan ini untuk. menanamkan nilai nilai kebaikan dan kebenaran di tengah dunia yang berubah.
  • Terima kasih, Pak.
  • Selamat mencoba menjelaskan tentang pelakor pada anak.