Suami Kurang Romantis? 3 Cara untuk Menumbuhkembangkan Relasi dalam Kondisi Seperti Ini

Suami Kurang Romantis? 3 Cara untuk Menumbuhkembangkan Relasi dalam Kondisi Seperti Ini
  • Saya dan suami sudah berumah tangga sekitar 15 tahun.
 Suami pendiam, namun selalu bekerja keras dan menyayangi saya dan anak-anak.
 Meskipun agak kaku dan kurang romantis, namun saya tahu suami jujur dan setia.

 Setelah mendengar khotbah di layanan streaming gereja tertentu, kami mau naik level dalam relasi. Kami ingin kami lebih bisa bebas mengungkapkan cinta satu dengan yang lain.

 Bagaimana menunjukkan dan menyampaikan cinta pada pasangan?
  • Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya menjawab, Saya bersyukur ibu dapat menangkap kerja keras, jujur dan setia sebagai bukti kasih sayang suami bagi istri dan anak-anak. Ada banyak istri yang tak dapat melihatnya demikian, menganggapnya hanya sebagai sebuah kewajiban yang seharusnya. Tak jarang terjadi istri terus menerus menuntut pernyataan cinta, bahkan di saat pasangan sudah mewujudkannya dalam bentuk-bentuk seperti kerja keras, kejujuran dan kesetiaan.
  • Terima kasih, Pak.
  • Tentu saja relasi harus berkembang ke arah yang makin memuaskan kedua belah pihak. Agar relasi dapat berkembang ke arah yang makin memuaskan, maka 3 hal ini menjadi penting.
  • Apa saja 3 hal itu, Pak?
  • Pertama, menjadi ahli tentang pasangan. Parents tak perlu menjadi psikolog untuk menjadi ahli tentang sifat dan perilaku pasangan. Hanya perlu memiliki hati yang peduli dan mata yang cermat mengamati perilaku pasangan. Dalam percakapan yang ada, gali pandangan dan keinginannya. Hal ini perlu dilakukan secara terus menerus karena orang terus menerus berubah pula. Jadi, proses pengenalan terhadap pasangan ini harus menjadi tugas sehari-hari dalam perjalanan pernikahan.
  • Iya. Kami bersyukur bisa melakukan ini setiap hari, Pak.
  • Bagus! Kedua, menjadi ahli tentang bahasa kasih pasangan. Salah satu hal yang seringkali terjadi adalah salah satu merasa sudah mengekpresikan cinta, namun pasangan tak merasakannya. Nah, ini adalah masalah tentang bahasa cinta.
  • Bahasa cinta? Yang ada 5 jenis itu ya, Pak?
  • Secara ringkas, bahasa cinta adalah bentuk-bentuk ekspresi yang membuat seseorang merasa dicintai. Benar, ada 5 bahasa cinta dalam sebuah relasi.
  • Saya ingat pujian, hadiah dan sentuhan fisik. Apa lagi yang lainnya ya, Pak?
  • Pertama adalah pujian. ”Kamu cantik sekali ya” atau ”Perusahaan makin maju di tanganmu.” Ada orang-orang yang membutuhkan kalimat verbal seperti ini agar ia merasa dicintai. Kedua adalah waktu bersama. Ya, waktu berdua bersama pasangan untuk melakukan aktivitas bersama tanpa kehadiran pihak ketiga. Bisa berupa jalan-jalan bersama, makan bersama atau bahkan nonton film bersama. Ketiga adalah menerima hadiah. Ada orang-orang yang merasa bahwa hadiah adalah bukti cinta. Hadiah adalah bukti bahwa kita memikirkan, mengenal dan mencintai seseorang. Tentu saja hadiah yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Keempat adalah tindak pelayanan. Ada orang-orang yang merasa dicintai ketika pasangannya melakukan sesuatu untuk dirinya. Misalnya membereskan dapur, menyiapkan makanan, menata pakaian dan sejenisnya. Kelima adalah sentuhan fisik. Ada orang-orang yang merasa dicintai ketika disentuh dan dipeluk. Ini tidak melulu dalam rangka hubungan seksual. Ada rasa nyaman dan aman saja ketika menerima sentuhan.
  • Terima kasih, Pak! Jadi teringat kembali tentang 5 bahasa cinta.
  • Nah, sila menjadi ahli dalam bahasa cinta pasangan. Caranya? Bertanyalah apa atau dengan cara apa yang membuat pasangan merasa dicintai? Jawaban akan pertanyaan ini akan meneguhkan pengamatan yang selama ini ada.
  • Selain menebak juga perlu bertanya langsung ya, Pak. Kami akan membicarakan ini.
  • Ketiga, menjadi ahli dalam mengembangkan relasi. Parents dapat mengibaratkan relasi seperti menyimpan uang di dalam tabungan. JIka pengeluaran lebih banyak daripada simpanan, maka yang terjadi adalah defisit. Demikian juga dalam relasi, jika lebih banyak hal-hal buruk yang terjadi, maka itu akan menggerus saldo cinta yang ada di dalam hati.
  • Juga seperti pohon yang harus disiram, dipupuk dan dirawat ya, Pak? Memang relasi perlu dikembangkan dan dirawat. Itu juga yang kami pelajari dari khotbah streaming.
  • Benar. Parents dapat menambah saldo cinta di dalam hati dengan memberi dan menerima dengan bahasa cinta yang ada. Dengan demikian relasi akan bertambah dan bertumbuh makin kokoh seiring perjalanan waktu. Selalu libatkan Tuhan dalam relasi. Kasih-Nya memampukan parents saling mengasihi dan mengembangkan relasi.
  • Pasti. Terima kasih, Pak.