Ketika Anak-Anak Bertanya tentang LGBT, Orang Tua Jelaskan 3 Hal Ini

Ketika Anak-Anak Bertanya tentang LGBT, Orang Tua Jelaskan 3 Hal Ini
  • Dua anak kami, satu masih SD, satu lagi SMP, bertanya tentang LGBT. Apa itu LGBT? Mengapa mereka menyukai sesama jenis? Bukankah Tuhan tidak suka yang seperti itu? Bagaimana kami menjelaskan tentang homoseksualitas pada anak?
  • Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya menjawab, Parents, anak-anak zaman now memang hidup di tengah arus informasi yang kian deras. Tak heran apabila mereka menanyakan pertanyan-pertanyaan yang dahulu kita tanyakan ketika menjelang dewasa. Nah, bila parents mendapatkan pertanyaan seperti ini, maka lakukan tiga hal ini.
  • Ya, benar juga, Pak. Apa saja 3 hal itu?
  • Pertama, tanyakan pada anak-anak dari mana sumber pertanyaan itu muncul. Dari sumber pertanyaan ini, parents dapat mengetahui siapa saja yang memberikan pengaruh bagi anak-anak. Mendengarkan anak-anak terlebih dahulu adalah hal yang penting, sebelum orangtua membuka suara. Bukan hanya menanyakan sumber pertanyaan itu, tetapi juga apa yang sudah diketahui anak-anak. Parents dapat mengukur tingkat pemahamanan anak-anak lewat tindakan ini. Bukankah setelah jelas tingkat pemahaman anak, maka parents dapat menyesuaikan diri dengan hal ini ketika berkomunikasi?
  • Oh jadi harus tahu sumbernya dulu ya, Pak? Ini reaksi awal yang tepat dan bijak sih.
  • Kedua, jelaskan kepada anak-anak secara sederhana dan secukupnya. LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) adalah sebuah konsep yang cukup pelik dan terus berkembang. Ajaran gereja terkait hal ini pun tak lagi satu suara. Secara tradisional gereja tak dapat menerima pernikahan sesama jenis, walau ada gereja yang melaksanakan hal ini. Informasi ini tak perlu ditutup-tutupi karena dengan cepat anak-anak dapat mengaksesnya.
  • Biar tidak membingungkan bagi mereka, cukup sederhana dan secukupnya ya, Pak... Baiklah.
  • Secara tradisional gereja melihat pernikahan pria dan wanita sebagai pernikahan yang diberkati Tuhan, sesuai dengan catatan yang ada di Kitab Kejadian. Dari pemahaman tradisional seperti inilah relasi seksual sesama jenis tak dapat diterima bahkan seringkali dipandang sebagai perlawanan terhadap kehendak Tuhan.
  • Apa yang perlu kami lakukan untuk menjelaskan dengan simpel dan cukup, Pak?
  • Yang perlu parents tegaskan adalah posisi yang parents ambil sebagai orang tua dan memberikan alasan di balik sikap parents. Termasuk yang membentuk keyakinan dan pemahaman parents terkait hal ini. Yang terpenting adalah penegasan bahwa anak-anak harus menjalani kehidupan secara kudus di hadapan Tuhan dengan menjaga perilaku dan pergaulan mereka.
  • Anak perlu mengetahui apa sikap kami terhadap homoseksualitas dan apa alasannya ya, Pak...
  • Tepat sekali.
  • Mereka juga perlu dapat konfirmasi dan ketegasan tentang hidup kudus di hadapan Tuhan. Ini yang penting. Kami akan coba, Pak...
  • Ketiga, tegaskan kepada anak-anak bahwa kasih mesti mewujudnyata bahkan di tengah perbedaan pendapat bahkan yang terkait dengan orientasi seksual. Anak-anak perlu belajar untuk mengasihi mereka yang punya pandangan berbeda, termasuk terkait oritentasi seksual yang berbeda.
  • Mengasihi, tidak membenci dan menghindari ya, Pak...
  • Indonesia ini telah banyak dikoyak oleh kebencian atas nama perbedaan pendapat dan keyakinan. Anak-anak perlu dilatih sejak dini untuk berbeda pendapat dan pandangan tanpa kebencian.
  • Setuju, Pak!
  • Selamat berbicara dengan anak-anak, parents. Berdoa dulu. Cari waktu yang tepat dalam hikmat-Nya sesuai karakteristik anak. Misalnya sambil bermain, makan atau melakukan aktivitas lain.
  • Terima kasih, Pak! Kami akan mencoba memberitahu anak tetang 3 hal yang tadi Bapak bagikan.