Bagaimana Melatih Anak Mengatur Waktu dan Prioritas? Begini Caranya!

Bagaimana Melatih Anak Mengatur Waktu dan Prioritas? Begini Caranya!
  • Tolong! 
Jadwal anak saya berantakan. Dalam sehari dia ada les piano, latihan basket, les privat Bahasa Inggris dan Matematika, belum lagi latihan musik di gereja.
 Ini membuat dia kelelahan. Mungkin dia tidak bisa mengatur prioritas ya?

 Bagaimana mengajar anak untuk mengatur waktu?
 Papa Mama yang mau melatih anak mengatur waktu dan prioritas.
  • Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya menjawab, Sayang sekali parents tidak mencantumkan usia anak. Namun, saya mengasumsikan anak parents berusia di bawah 18 tahun.
  • Benar, Pak.
  • Bagi anak di bawah 18 tahun, parents bertanggung jawab untuk melatih anak melakukan pembagian waktu di tengah pelbagai aktivitas yang ada. Anak-anak tidak secara ”otomatis” mengenal prioritas dalam pengaturan waktu dan pengelolaan tenaga. Jika anak-anak tak dilatih untuk mengelola waktu dan tenaga, maka mereka akan mengalami kelelahan dan kejenuhan dengan pelbagai aktivitas yang ada.
  • Benar kan, harus kami yang melatih...
  • Seiring dengan tingkat perkembangan usia anak di bawah 18 tahun, berikut ini garis besar yang parents mesti lakukan untuk melatih tanggung jawab anak dalam pengelolaan waktu.
  • Seperti apa latihannya, Pak? Mungkin saja kalo Tuhan menghendaki, kami diberi anak lagi jadinya kan bisa diajari sejak dini. Hehehe!
  • Dalam usia 0-6 tahun, waktu dan energi anak sangat melimpah. Batas bagi mereka hanyalah rasa lelah yang sudah dapat mereka rasakan. Pada tahap usia ini, parents berperan dominan dalam menentukan jenis aktivitas dan jam aktivitas bagi anak. Anak-anak mulai diperkenalkan dengan konsep adanya batas waktu dan batas energi mereka. Misalnya jam tidur siang adalah cara untuk menegaskan bahwa tubuh butuh istirahat, sementara jam bangun pagi yang konsisten menunjukkan bahwa waktu terbatas sehingga harus efektif dalam penggunaannya.
  • Dominan pada usia itu untuk membentuk pola dan disiplin waktu ya, Pak...
  • Dalam usia 7-12 tahun, waktu dan energi anak masih melimpah. Namun, parents dapat mulai mengajak anak untuk melakukan kegiatan evaluasi sederhana. Apa yang dibutuhkan dan disukai anak-anak? Dua elemen ini penting karena seringkali yang dibutuhkan dan disukai anak-anak adalah dua hal yang berbeda. Misalnya anak-anak butuh untuk belajar, walaupun mereka tentu saja menyukai untuk bermain terus menerus. Upayakan keseimbangan di antara keduanya.
  • Membandingkan aktivitas yang perlu dilakukan dan yang disukai ya...
  • Dalam rentang usia ini, parents jangan heran apabila ada aktivitas tertentu yang bagi parents sangat baik, ternyata tak disukai oleh anak-anak. Misalnya berlatih bermain piano. Anak-anak dapat terlihat ogah-ogahan untuk melakukan hal ini. Parents dapat menjelaskan tujuan dari latihan ini, namun bila anal-anak berkeras menolaknya, maka perlu didiskusikan bersama anak-anak aktivitas apa yang menjadi pilihan untuk mengembangkan jiwa seni mereka. Seni tidak hanya musik kan...
  • Usia remaja memang rentan dengan berbagai perbedaan kalau tidak didiskusikan, Pak. Saya setuju itu.
  • Dalam usia 12-18 tahun, dalam rentang usia ini, kegiatan anak-anak mestinya bisa lebih terfokus. Perlu menentukan fokus dan prioritas di tengah begitu banyak tawaran yang menarik bagi anak. Ajarkan keterampilan untuk memunyai prioritas. Tunjukkan bagaimana cara yang halus, penuh kasih dan bijak untuk menolak aktivitas yang bukan prioritas.
  • Cara menjelaskan prioritas seperti apa, Pak?
  • Prioritas secara sederhana adalah apa yang kita ingin dahulukan berdasarkan apa yang ingin tercapai. Parents dapat mengajarkan anak-anak untuk mulai mendahulukan mencari kehendak Tuhan dalam renungan dan doa di setiap pagi, sebelum beraktivitas sehari-hari. Buka dialog bersama anak-anak tentangapa yang ingin tercapai dalam periode waktu tertentu. Apa yang harus anak-anak lakukan untuk mencapainya. Termasuk apa aktivitas apa yang harus dikurangi jamnya atau malah ditiadakan sama sekali, demi mencapai hal tersebut.
  • Oh begitu ya, Pak? Prioritas ditentukan dengan mencari kehendak Tuhan. Wah sangat tepat nih, Pak! Lalu untuk apa yang ingin dicapai itu misalnya seperti apa, Pak?
  • Misalnya, jika meraih nilai yang baik pada akhir semester adalah hal yang penting, maka parents perlu menolong anak-anak untuk mendaftarkan aktivitas yang harus dilakukan, apa yang harus dikurangi, dan mana yang harus ditinggalkan untuk sementara waktu. Mereka kadang masih sulit membedakan mana yang penting, mendesak, tidak penting dan tidak mendesak. Parents perlu membimbing mereka memisahkan dengan bijak.
  • Baik. Akan kami coba bersama, Pak. Terima kasih.
  • Selamat berjuang, parents!