Mengikuti Keinginan Anak Atau Memberi Batasan?

Mengikuti Keinginan Anak Atau Memberi Batasan?
  • Anak saya senang mempelajari banyak hal. Kami selalu mengikuti keinginannya untuk belajar. Dia mau belajar piano. Setelah sudah cukup bisa, pindah jadi ingin belajar melukis. Hasil lukisannya belum terlalu bagus sudah ingin belajar programming. Apa yang harus saya lakukan? Apakah selalu mengikuti keinginannya atau memberikan batasan tertentu? Ayah dan Ibu yang selalu mengikuti keinginan belajar anak.
  • Pdt Wahyu ‘wepe’ Pramudya menjawab, Sayang saya tak mengetahui berapa usia anak bapak dan ibu. Jika anak terkasih masih berusia di bawah 12 tahun, maka adalah hal yang wajar apabila minatnya masih berubah-ubah. Bukan hal yang salah untuk mengikuti dan membiayai aneka minat anak ini. Hanya saja, anak sudah perlu dikenalkan dengan masa belajar minimal, misalnya 6 bulan. Hal ini penting agar anak tak memandang remeh kesempatan yang ada di depan matanya.
  • Oh jadi perlu memberi suatu batasan berupa rentang waktu tertentu ya, Pak...
  • Satu hal yang harus diapresiasi adalah kehausannya untuk terus belajar. Saya setuju ini yang harus didukung sepenuhnya. Eksplorasi ini mesti berlangsung secara optimal. Walaupun belum menghasilkan sesuatu yang bagus, ingat bahwa proses menjadi lebih penting daripada hanya memerhatikan hasil saja.
  • Iya. Kami juga kagum dengan keinginan belajarnya yang tinggi. Kami sering mengapresiasi hal ini. Proses lebih penting daripada hasil. Kami akan ingat itu, Pak.
  • Semakin tinggi usia anak, harapan saya, anak makin menemukan minat yang spesifik. Minat ini diharapkan berjalan beriringan dengan bakat anak. Oleh karena itu tes minat dan bakat anak akan memperlengkapi parents untuk mendampingi pertumbuhan anak demi masa depannya.
  • Terima kasih, Pak.
  • Dra. Sintowati Soetanto, M.Pd. menjawab, Selamat! Anak parents itu tipe anak pembelajar. Tentu senang melihat anak yang ingin belajar hal baru setiap saat. Namun tak kalah pentingnya menanamkan pada anak arti belajar dan menguasai sebuah kecakapan.
  • Terima kasih, Bu. Saya senang mendengarnya.
  • Tunjukkan kepada anak contoh nyata manfaat belajar hal-hal di luar sekolah yang sesuai dengan bakat minatnya. Jelaskan bagaimana kecakapan itu menjadi daya dorong untuk menguasai hal-hal yang lainnya.
  • Oh begitu ya, Bu...
  • Ada kalanya anak bosan dan menjadi kurang suka mempelajari sesuatu karena beberapa alasan. Cobalah memahami cara berpikir anak. Secara perlahan tanamkan ketekunan dan kesetiaan dalam belajar sesuatu sampai memberikan hasil yang bermanfaat buat orang lain.
  • Sampai mendatangkan manfaat baru berhenti. Kalau saya gabungkan dengan jawaban Pak Wepe, berarti selama 6 bulan sebaiknya sudah mendatangkan manfaat bagi orang lain. Setelah itu boleh berpindah belajar yang lain. Terima kasih, Bu.