Ingin Anak Punya Motivasi dan Mandiri? Ini Tiga Tahapannya

Ingin Anak Punya Motivasi dan Mandiri? Ini Tiga Tahapannya
  • Salah satu anak kami yang masih kelas 2 SD sepertinya terlalu bergantung pada kami, Pak.

    Padahal kami mau dia bisa lebih mengandalkan Tuhan dan bisa melakukan banyak hal sendiri tanpa perlu menunggu bantuan.

    Maksudnya mandiri gitu, Pak.

    Dia juga kurang punya motivasi dalam belajar dan bergaul. Kami selalu harus memancing dengan rewards atau hadiah untuk membuat dia termotivasi melakukan sesuatu.

    Bagaimana mendidik anak memiliki motivasi dalam diri dan mandiri?

  •  

    Parents, terima kasih untuk pertanyaan yang juga menjadi pergumulan banyak keluarga ini.

    Saya Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya mencoba berbagi dengan parents.

    Semakin bertambah usia anak, semakin parents mengharapkan ia bisa melakukan banyak hal secara mandiri. Tak lagi disuruh harus begini dan begitu, karena anak sudah punya motivasi di dalam dirinya sendiri.

  • Nah itu yang kami inginkan, Pak.

  •  

    Nah, kemauan dan ketrampilan untuk mandiri ini memang tak terjadi dengan sendirinya.

    Ada displin yang parents harus bentuk dalam kerjasama dengan anak-anak. Parents perlu bersabar sambil melakukan apa yang seharusnya.

  • Apa yang seharusnya kami lakukan, Pak

  •  

    Ada tiga tahapan bagaimana seorang anak dapat termotivasi .

  • Apa saja tahapan itu, Pak?

  •  

    Tahap pertama: Mengerti kondisi anak.

  • Maksudnya seperti apa, Pak?

  • Parents tentu memerhatikan fenomena bahwa ada anak-anak yang bertumbuh menjadi orang yang hebat ternyata berasal dari keluarga yang sederhana.

    Nah, menjadi pertanyaan adalah bagaimana orang tua memotivasi anak-anaknya?

    Parents perlu memahami bahwa salah satu kebutuhan setiap orang, termasuk anak-anak, adalah dimengerti keberadaannya secara utuh. Parents dapat mengerti keadaan anak dengan bersedia mendengarkannya.

  • Sepertinya kami sudah sering mendengarkan anak, Pak...

  •  

    Mendengarkan berarti memperhatikan dengan sepenuh hati, tidak menghakimi, tidak menertawakan, atau tidak melecehkan.

    Mendengarkan juga berarti tak segera mengambil penilaian dan keputusan tentang keadaan anak tanpa mengerti kondisinya dahulu.

  • Ooh, kalo seperti itu, rasanya kami sekali mendengarkan dia dari mungkin 5 atau 6 kali dia berbicara...

    Kami terlalu cepat mengambil kesimpulan sebelum dia selesai berbicara.

  •  

    Parents dapat belajar untuk mendengarkan dalam rangka memahami seutuh-utuhnya kondisi anak.

    Ini langkah pertama yang penting untuk memotivasi anak.

    Mengerti kondisi anak pada kini dan saat ini.

  • Baiklah.

    Kami akan coba, Pak.

    Langkah selanjutnya apa?

  •  

    Tahap kedua: Anak Mengubah Pikirannya.

  • Setelah kami mendengarkan dan mencoba memahami pikiran anak, sekarang menunggu anak mengubah pikirannya ya, Pak?

  • Tentu saja tak mudah bagi seseorang, termasuk anak, untuk mengubah pikirannya.

    Dalam hal ini parents perlu memahami bagaimana anak berubah pikiran.

    Ada yang berubah karena kesadaran tertentu yang muncul dalam pikirannya setelah mendengarkan informasi baru.

    Misalnya anak baru saja mengerti bahwa pemakaian plastik yang berlebihan telah merusak bumi. Dalam pengetahuan yang baru ini, akhirnya ia memutuskan untuk lebih sering menggunakan botol minumannya daripada membeli air dalam kemasan setiap hari.

  • Oh begitu ya, Pak...

  •  

    Ada pula yang berubah setelah tersentuh hatinya melihat kenyataan tertentu.

    Misalnya selama ini anak tidak bisa merawat barang-barang pribadinya dengan baik. Setelah anak live in semalam di panti asuhan, ia melihat sendiri bahwa ada anak-anak yang begitu sulit keadaannya sehingga tak dapat memiliki barang tertentu.

    Sepulang dari panti, setelah melihat kenyataan itu, anak jadi lebih menghargai apa yang jadi miliknya dengan mulai merawat barang-barangnya.

  • Seperti orang dewasa, anak bisa berubah setelah mendapat informasi atau melihat dan mengalami sendiri ya, Pak?

  •  

    Nah, pahamilah cara mengubah pikiran anak, parents.

    Apakah lebih mudah berubah lewat informasi tertentu secara rasional, atau parents harus memberikan pengalaman konkret yang menolongnya untuk berubah?

  • Memahami apa yang memicu perubahan anak, kemudian menggunakan pemicu itu untuk menolong mereka berubah.

    Baiklah.

    Sepertinya seru untuk dicoba.

  •  

    Setelah memahami cara efektif bagi anak untuk mengubah pikirannya, parents dapat memikirkan tentang isi dari perubahan yang dikehendaki.

    Apresiasi berubah hadiah dapat menolong, namun ini tak boleh menjadi motivasi utama.

    Yang harus menjadi motivasi utama adalah kesadaran bahwa perubahan ini baik bagi dirinya sendiri.

  • Iya, memang itu motivasi yang benar ya, Pak.

    Berubah oleh pembaruan budi yang Tuhan kerjakan.

  • Tepat sekali!

    Untuk menjadi serupa dengan Kristus.

    Satu hal yang perlu parents ingat, perubahan adalah karya Roh Kudus.

    Perlu melakukan bagian parents dalam mengerti, mendorong perubahan, dan satu tahapan lagi, namun area untuk mengubah bukanlah bagian parents.

    Ini perlu parents pahami agar tidak menyerah saat tak melihat perubahan yang terjadi. Tetap berdoa dan lakukan bagian parents. Bagian Tuhan untuk mengubah, jadi serahkan saja urusan perubahan pada-Nya.

  • Wah ini suatu kebenaran yang penting, Pak!

    Jangan sampai kami merasa bahwa kami yang bertanggung jawab mengubah anak. Beban itu terlalu berat.

    Biar Tuhan saja yang menanggungnya karena itu memang bagian Dia ya, Pak?

    Hehehe!

     

    Lalu apa tahapan yang ketiga, Pak?

  • Tahap ketiga: Mendampingi Anak.

  • Menemani mereka dalam proses perubahan ya, Pak?

  •  

    Perubahan tak pernah mudah bagi siapa pun, termasuk bagi anak-anak.

    Perubahan adalah proses.

    Ini berarti ada jatuh dan bangun yang wajar terjadi.

    Dalam kondisi seperti inilah membutuhkan pendampingan dari parents.

  • Iya sih, Pak.

    Mereka butuh kami untuk mendukung dan mendampingi.

  •  

    Mohon parents tidak tergoda untuk membuat perbandingan antara satu anak dengan anak yang lain, termasuk juga dengan anak tetangga.

    Tiap anak membutuhkan waktu dan cara yang unik dalam proses perubahan yang ada.

  • Oh iya, ini area yang kami masih harus sering menahan diri, Pak...

  •  

    Jangan lupa merayakan setiap perubahan yang terjadi di dalam diri anak.

    Termasuk ketika motivasinya mulai bertumbuh dan kemandiriannya terlihat.

    Jangan tunggu sampai perubahan terjadi dengan tuntas.

    Rayakan perubahan-perubahan kecil untuk mendorong terjadinya perubahan yang lebih besar.

    Ajak anak menikmati makanan kesukaan mereka. Atau beri mereka apresiasi dalam bentuk yang paling mengena di hati mereka.

  • Terima kasih, Pak!

  • Selamat berjuang, parents!

    Tuhan menyertai dan menolong.

    Yang terbaik akan segera datang.