Anak Bertanya tentang Pandemi Covid-19, Orang Tua Jelaskan 3 Kebenaran Ini

Anak Bertanya tentang Pandemi Covid-19, Orang Tua Jelaskan 3 Kebenaran Ini
  • Banyak berita bohong yang mengatakan kalau Covid-19 ini tentara Allah untuk menghukum orang-orang yang berdosa. Ada juga yang mengaku bisa memprediksi kapan wabah ini akan berakhir.

    Belum lagi banyak kabar yang memberi harapan tentang bahan-bahan alami penangkal virus corona. Belum lagi mitos-mitos yang beredar seringkali mengaburkan kebenaran.

    Bagaimana menjelaskan perbedaan kebenaran dengan mitos pada anak?

  • Saya, Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya, berterima kasih untuk menanyakan pertanyaan yang sangat relevan terkait dengan pergumulan masa kini.

    Anak-anak pun mengalami dampak akibat pandemi Covid-19, mereka harus belajar di rumah, tak bisa berjumpa dengan guru dan teman. Anak-anak di masa kini pun sudah memunyai akses ke pelbagai media online dan media sosial, sehingga dapat terpapar ke beragam berita yang tidak benar. 
     

  • Iya.

    Makanya kami ingin menjaga mereka dari mitos dan dusta, Pak.

  • Tepat!

    Di dalam situasi seperti ini, parents seharusnya mendampingi anak terkait situasi pandemi dan keriuhan berita di media massa.  

    Parents dapat menjelaskan tiga hal kebenaran dasar ini.

  • Apa saja 3 kebenaran dasar itu, Pak?

  • Pertama, kasih Tuhan telah mewujudnyata lewat pengurbanan Yesus Kristus di atas salib.

  • Wow!

    Ini yang sering luput tak terpikirkan.

    Seperti apa penjelasan tentang hal ini, Pak?

  • Pandemi Covid-19 ini telah menyebabkan begitu banyak kehilangan orang-orang yang terkasih. Anggota keluarga, perawat dan dokter, serta orang-orang lain yang terkait penanganan pandemi ini.  

    Belum lagi krisis ekonomi yang terjadi karena aktivitas jual-beli tak dapat berlangsung secara normal.  

    Dalam situasi seperti ini, anak bisa saja bertanya, "Mengapa Tuhan membiarkan peristiwa ini terjadi?”

  • Ini pertanyaan yang sama persis dengan yang anak-anak ajukan pada kami, Pak.

  • Pertanyaan ini adalah kesempatan baik untuk menjelaskan tentang kasih Allah yang telah terbukti melalui pengurbanan Yesus Kristus di atas kayu salib.  

    Pengurbanan Yesus adalah peristiwa sejarah yang menjadi puncak wujud nyata kasih Allah.  

    Apa pun yang terjadi di masa kini, tak dapat mengubah peristiwa sejarah di atas salib itu.  Anak-anak perlu diingatkan kembali pada realita sejarah salib Kristus di tengah penderitaan saat ini.
     

  • Kebenaran yang tak terbantahkan sekaligus dasar iman Kristen ya, Pak?

    Tapi kami menebak, pasti anak akan melanjutkan dengan pertanyaan, "Mengapa Allah yang mengasihi manusia membiarkan pandemi ini berkelanjutan?"

  • Mari masuk kebenaran yang kedua.

    Kita hidup dalam dunia yang telah jatuh ke dalam dosa.

  • Oh ini seperti kerangka berpikir kristiani atau christian worldview ya, Pak?

    Saya pernah membaca seri tanya jawab di DMparents tentang ini:

    Penciptaan

    Kejatuhan

    Penebusan

  • Benar!

    Parents, anak-anak perlu memahami berita kitab Kejadian terkait dengan hukuman Tuhan atas kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa. Tuhan mengutuk tanah karena kejatuhan tersebut. Akibat dari kutuk, manusia harus bekerja keras mencari rezeki dari tanah seumur hidupnya. Semak duri dan rumput duri pun bermunculan.  Manusia hidup dalam dunia yang terkena dampak dari dosa. 

    Manusia yang telah dirusak oleh kuasa dosa itu juga dapat, malah sudah bertindak merusak dunia ini, sehingga timbullah banyak bencana dan tragedi.  Dunia yang telah dirusak oleh manusia yang berdosa ini dapat melahirkan banyak masalah yang sebelumnya tidak ada, termasuk pandemi seperti ini. 
     

  • Apakah pandemi Covid-19 ini adalah hukuman Allah?

  • Tidak!

    Parents dapat mengajak anak-anak untuk berpikir jika pandemi ini adalah hukuman, mengapa ada begitu banyak orang yang mengasihi Tuhan pun menjadi korban?  

    Jika pandemi ini adalah hukuman Allah, maka tindakan menolong korban berarti melawan hukuman-Nya, bukan?

  • Lalu, apa yang dapat kami lakukan dalam situasi seperti ini, Pak?

  • Mari memerhatikan kebenaran yang ketiga. 

    Mari kita memuliakan Tuhan di tengah pandemi ini.

  • Memuliakan Tuhan?

    Kami mau melakukannya.

    Bagaimana caranya, Pak?

  • Parents, ini adalah bagian yang penting.

    Jangan biarkan anak-anak hanya sibuk dengan kegiatan belajar dari rumah, atau malah mereka lebih sering hanya bermain atau rebahan saja.

    Anak-anak harus diingatkan kembali pada perkataan Yesus ketika berjumpa dengan orang yang buta sejak lahirnya. Ketika para murid berpikir bahwa dosa yang menyebabkan penderitaan itu, Yesus menolak cara berpikir seperti itu. 

    Di dalam derita orang yang buta itu, Tuhan bersabda, "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.” (Yohanes 9:3).

    Di dalam situasi yang buruk, pekerjaan Allah harus dinyatakan.  Anak-anak perlu diajak untuk memahami dan melaksanakan hal ini dalam skala tindakan yang dapat mereka lakukan.

  • Misalnya seperti apa, Pak?

  • Anak-anak dapat mendoakan tim medis yang berjuang merawat penderita, serta para penderita dan keluarganya.

    Berbagi uang saku mereka, yang mungkin tak terpakai, untuk membantu penanganan Covid-19.  

    Berbagi bahan kebutuhan pokok bagi orang-orang yang membutuhkan.

  • Wah bukan hanya menyampaikan kebenaran, menepis mitos, tapi juga menyatakan pekerjaan baik!

    Luar biasa!

    Terima kasih, Pak.