3 Cara Efektif Melakukan Pendidikan Seksual Bagi Anak

3 Cara Efektif Melakukan Pendidikan Seksual Bagi Anak
  • Tolooong... 
 Anak kami mulai bertanya beberapa hal yang lebih dalam tentang seks.
 Sekarang dia kelas 3 SD.
 Sewaktu kecil kami sudah memberitahu tentang perbedaan jenis kelamin.
 Tapi masih sebatas itu.
 Bagaimana menjawab dari pertanyaan-pertanyaan sulit dan dalam dari anak tentang seks? Orang tua yang kalang kabut.
  • Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya menjawab, Senang sekali mendengar anak mau bertanya pada parents keingintahuannya tentang seks. Hal ini menunjukan sebuah kedekatan relasi dengan anak yang sudah parents bangun dalam keluarga.
  • Iya, kami juga bersyukur pada Tuhan karena anak masih bertanya pada kami, Pak.
  • Tentu parents menyadari, di zaman internet ini, anak-anak dengan mudah mendapatkan informasi tentang seks. Selain internet, teman-temannya juga adalah sumber lain yang bisa memberikan informasi tentang seks. Apakah pendidikan seks dari internet yang bebas diunggah siapa saja atau dari teman-teman sebaya yang belum dewasa akan menjadi panduan perilaku anak? Tentu saja tidak seharusnya demikian.
  • Iya. Kami gelisah karena sumber yang tidak benar malah melimpah, Pak.
  • Lebih dari sekedar menjawab pertanyaan anak tentang seks, saya mendorong parents untuk secara sengaja memberikan pendidikan seks sesuai ajaran Alkitab. Alkitab mengajarkan bahwa Allah yang menciptakan seks, dan memiliki rencana yang indah terkait dengan seks. Seks bersifat kudus, yakni diperuntukkan dalam ikatan pernikahan.
  • Oh, malah melangkah lebih jauh dengan membahas hal mendasar ya, Pak?
  • Ada tiga petunjuk penting yang harus parents pahami dalam memberikan pendidikan seks pada anak-anak:
  • Apa saja 3 petunjuk itu, Pak?
  • 1. Berikan pendidikan seks sesuai perkembangan anak. Dalam rangka memberikan pendidikan seks pada anak, tentu saja parents perlu memiliki pengetahuan yang cukup memadai tentang seks. Diawali dengan mempelajari apa yang Alkitab tulis tentang seks. Lanjutkan dengan pengetahuan dari berbagai sumber ahli yang menulis tema-tema tentang seks. Sesuaikan pengetahuan yang hendak parents bagikan dengan perkembangan anak. Perkembangan anak bukan sekedar pertambahan usia, tetapi pertimbangkan pula kemampuan anak memahami dan kematangan seks anak. Jadi pada setiap tahap perkembangan anak, misalnya setiap tahun, parents dengan sengaja menambahkan porsi pendidikan seks untuk anak sampai momen akil balik. Momen ini pada anak laki-laki ditandai dengan mimpi basah atau tumbuh jakun. Sementara anak perempuan pada saat menstruasi pertama. Ambillah kesempatan untuk memberikan pendidikan seks yang sesuai dengan panduan Alkitab. Setelah parents menyampaikan materi yang ingin disampaikan, beri kesempatan bagi anak-anak untuk menanyakan sesuatu. Memang tak selalu bisa menjawab pertanyaan anak-anak, namun yang terpenting parents menyediakan hati dan telinga untuk kegelisahan anak.
  • Pendidikan seks alkitabiah sesuai perkembangan anak ya, Pak... Lalu petunjuk kedua?
  • 2. Berikan pendidikan seks secara menyeluruh atau holistik Parents dapat mempercakapkan seks secara holistik, yakni menyangkut aspek fisik, pikiran, emosional, sosial dan spiritual. Misalnya parents mempercakapkan tentang perubahan secara fisik bersama anak-anak, maka aspek pertumbuhan pikiran, emosi dan spiritual mesti juga turut menjadi bahan percakapkan. Ketika anak melontarkan sebuah pertanyaan, parents dapat menanyakan sumber dari pertanyaan tersebut pada anak. Bisa jadi anak-anak telah menyaksikan sesuatu, atau mendengar percakapan di lingkungan sekolah atau yang lain. Selain menanyakan sumbernya, parents dapat menanyakan juga tentang reaksi anak-anak ketika mendengarkan istilah atau melihat hal tertentu. Lewat rangkaian pertanyaan dan diskusi yang ada, parents akan mendapatkan penggambaran kondisi anak secara menyeluruh. Dengan pemahaman yang utuh terhadap kondisi anak, maka parents dapat memberikan pendidikan seks secara holistik pula. Tentu saja pendidikan holistik ini juga berbicara tentang kehendak Tuhan yang kita dapatkan dari Alkitab sebagai pedoman perilaku.
  • Ternyata penting juga menanyakan sumber informasi dan reaksi anak... Baru tau. Pendidikan seks alkitabiah secara utuh dan menyeluruh ya, Pak... Baiklah. Lalu petunjuk terakhir apa, Pak?
  • 3. Berikan pendidikan seks dengan keteladanan. Keteladanan akan membuat apa yang parents percakapkan pada anak-anak bukan hanya terdengar, namun juga terlihat. Anak-anak melihat dan mendengar bagaimana orangtua bukan hanya mengajar tetapi juga menghidupinya.
  • Teladan seperti apa maksudnya ini, Pak? Saya agak bingung...
  • Keteladanan terkait dengan pendidikan seks tentu bukan dalam arti aktivitas seksual suami istri. Namun, bagaimana soal menghargai dan memelihara tubuh yang Tuhan anugerahkan. Demikian juga dalam menghargai tubuh orang lain, sembari menjaga tubuh dari perilaku yang tak pantas dari orang di sekeliling.
  • Ooh, begitu... Iya, itu penting juga ya...
  • Hal-hal ini bukan hanya diingatkan secara lisan, namun juga diberi contoh. Misalnya bagaimana berpakaian dengan sopan dan santun. Jangan sampai parents meminta anak menjaga tubuhnya, namun parents sendiri berpakaian secara sembrono.
  • Ini tampaknya sederhana, tapi juga merupakan bagian dari pendidikan seks yang alkitabiah dan holistik ya, Pak? Baiklah. Terima kasih, Pak.
  • Selamat berjuang untuk mendampingi anak-anak di tengah zaman yang terus berubah ini.. Tuhan menolong dan memberkati parents dan anak-anak.