Peran Guru vs Orang Tua Dalam Mendidik Anak

Peran Guru vs Orang Tua Dalam Mendidik Anak
  • Guru mendidik anak di sekolah. Orang tua mendidik anak di rumah. Bagaimana pembagian peran guru dan orang tua agar tidak bertentangan? Seorang Ibu di Surabaya.
  • Pdt Wahyu ‘wepe’ Pramudya menjawab, Ibu di Kota Pahlawan, Saya rasa mayoritas orang tua mengirim anak ke sekolah karena menyadari keterbatasan mereka. Orang tua tidak mempunyai kapasitas yang memadai untuk mengajar materi pelajaran bagi anak. Mungkin saja memiliki kapasitas untuk mengajar, namun tak mempunyai waktu. Ringkasnya, orang tua menyekolahkan anak-anak karena menyadari keterbatasan mereka.
  • Benar juga sih, Pak...
  • Namun perlu diingat bahwa keterbatasan orangtua bukan berarti tak dapat memberikan kontribusi apa pun. Anak-anak yang telah disekolahkan selama kurang lebih 6 jam per hari itu, mesti didampingi orangtua agar proses pendidikan di sekolah berkelanjutan di rumah. Dengan demikian menjadi jelas bahwa menyekolahkan anak tak berarti melepaskan orangtua sepenuhnya dalam pendidikan anak.
  • Setuju, Pak! Beberapa pandangan yang saya tahu, sering memisahkan urusan guru di sekolah dan orang tua di rumah. Guru dipandang bertanggung jawab terhadap seluruh karakter dan kecerdasan anak. Kalau tidak bagus karakternya atau tidak cerdas anaknya, maka itu kesalahan guru di sekolah.
  • Guru di sekolah bertugas untuk mengajarkan materi pelajaran. Tentu saja turut membina karakter anak selama di jam sekolah. Sekolah yang baik memunyai sumber daya manusia dan sistem untuk memastikan efektivitas pendidikan anak selama jam sekolah. Selepas jam sekolah, maka tanggung jawab ada pada orangtua.
  • Jadi tidak boleh menyerahkan seluruh tanggung jawab pendidikan anak ke guru di sekolah ya, Pak?
  • Tentu saja. Anak lebih lama berada di rumah daripada di sekolah, bukan?
  • Iya sih, Pak...
  • Tugas orang tua dan tugas guru dalam pendidikan anak bukan untuk dipertentangkan apalagi dipertandingkan. Tugas orang tua dan tugas guru mesti disandingkan agar proses pendidikan membuahkan hasil yang maksimal. Sama seperti kita membutuhkan dua tangan untuk bertepuk tangan, demikianlah kita membutuhkan peran guru dan orangtua dalam pendidikan anak.
  • Terima kasih, Pak Pendeta.
  • Sama-sama, Bu. Ini ada Dra. Sintowati Soetanto, M.Pd. yang juga menjawab pertanyaan Ibu, Orang tua adalah guru bagi anak di lingkaran masyarakat terkecil yaitu keluarga. Orang tua melakukan peran mendidik sekaligus mengajar. Melalui orang tua seorang anak akan belajar berbagai aspek yang membawa dia bertumbuh menjadi seorang individu.
  • Begitu ya, Bu...
  • Setelah dalam tahapan usia tertentu, anak membutuhkan sosok guru yang di lingkungan masyarakat lebih luas dan formal yaitu sekolah. Maka guru juga mendidik dan mengajar dalam aspek yang melengkapi pendidikan dan pengajaran yang saling mendukung dengan yang dilakukan orang tua.
  • Saling melengkapi. Saya suka bagian ini, Bu.
  • Ya. Sekolah yang tepat adalah sekolah yang memenuhi kebutuhan anak dan bersama sama mengembangkan mencapai prestasi terbaik yang dimiliki anak secara khusus. Pastikan anak Ibu bersekolah di sekolah yang tepat.
  • Iya, sudah di sekolah yang tepat kok, Bu. Guru dan orang tua. Peran dan tanggung jawab yang saling melengkapi dalam bagian masing-masing. Tidak dipertentangkan, tapi dilaksanakan dengan baik. Terima kasih ya, Bu!
  • Selamat menjadi orang tua yang bersinergi dengan guru di sekolah, Bu. Lakukan bagian Ibu dan Bapak di rumah. Percayakan pada guru di sekolah untuk melakukan bagian mereka.