Apa Yang Orang Tua Perlu Ingatkan Pada Anak Lewat Perayaan Natal? 3 Hal Ini Saja

Apa Yang Orang Tua Perlu Ingatkan Pada Anak Lewat Perayaan Natal? 3 Hal Ini Saja
  • Saya dan istri baru saja membaca tentang Alkitab tidak pernah membicarakan tentang merayakan kelahiran Yesus Kristus. Apakah keluarga Kristen perlu merayakan Natal? Ayah dan Ibu yang dilanda kebingungan menjelang Natal.
  • Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya menjawab, Parents, terima kasih untuk membaca Alkitab dengan cermat. Secara eksplisit adalah benar bahwa Alkitab tidak pernah memberikan perintah untuk merayakan Natal. Demikian pula tak ada larangan secara eksplisit di dalam Alkitab untuk merayakan Natal. Dalam hal seperti ini kita harus mencoba menangkap pesan implisit di balik penuturan kisah Natal dalam Alkitab.
  • Apa makna implisitnya, Pak?
  • Ketika membaca kisah-kisah Natal dalam Alkitab, parents akan menjumpai bahwa kisah kelahiran Yesus itu diberitakan oleh malaikat pada para gembala di padang. Demikian juga orang-orang Majus dituntun oleh bintang untuk berjumpa dengan Kristus. Sebuah kabar sukacita yang dikabarkan untuk seluruh bangsa patut pula dirayakan bukan? Apalagi ini menyangkut soal janji Tuhan yang tergenapi melewati lintasan sejarah.
  • Lalu apa yang bisa kami lakukan di momen perayaan Natal ini, Pak?
  • Parents dapat mengajak anak-anak untuk merayakan Natal dengan mengingat tiga hal ini.
  • Apa yang perlu kami ingatkan pada anak, Pak?
  • Pertama, pesan utama Natal adalah kasih Tuhan. Parents dapat menjelaskan kepada anak-anak bahwa karena begitu besar kasih Allah pada dunia ini sehingga Tuhan Yesus lahir di dunia ini. DIA meninggalkan kemuliaan di surga dan menjadi manusia karena kasih-Nya. Parents bisa mempercakapkan hal ini sesuai dengan tingkat pemahaman dan kedewasaan anak. Mengingat masalah inkarnasi atau tritunggal memang cukup pelik. Beberapa sumber dari DMparents seperti Reasonable Faith yang pernah dibahas di Ulasan dapat parents gunakan sebagai bahan referensi untuk membantu menjelaskan.
  • Nah pesan utama Natal ini yang sepertinya semakin dikaburkan oleh dunia ya, Pak... Kami akan berusaha terus menggemakan pesan utama Natal tentang kasih Tuhan. Lalu apa bagian kedua yang perlu kami ingatkan ke anak?
  • Kedua, menerima kasih Tuhan. Parents dapat mengajak anak-anak untuk membaca dan menghafal Yohanes 3:16. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Hidup yang kekal berarti hidup yang tak bermusuhan lagi dengan Tuhan.
  • Penting menekankan tentang hal ini ya, Pak?
  • Hidup kekal berarti hidup yang bersahabat dengan Allah. Parents dapat mengajarkan bahwa persahabatan dengan Allah itu mulai dengan kesediaan kita mengaku salah dan dosa kita, karena Dia telah terlebih dahulu ingin bersahabat dengan kita.
  • Memang penting bagi anak untuk mengetahui sejak kecil bahwa mereka memiliki Tuhan sebagai sahabat. Suatu kebenaran yang sangat berbeda dari yang dunia tawarkan. Lalu yang ketiga apa, Pak?
  • Ketiga, meneruskan kasih Tuhan. Parents dapat menjelaskan kenapa anak-anak mengapa orang bertukar kado di hari Natal. Pertukaran kado itu menunjukkan salah satu aspek dalam perayaan Natal, yakni berbagi kasih. Jika Allah sudah sedemikian mengasihi, maka kita pun harus saling mengasihi juga. Kado adalah salah satu bentuk kasih tersebut. Jelaskan juga mengenai bentuk kasih selain kado agar anak tidak terpaku pada hadiah dalam wujud kado.
  • Mengajar anak meneruskan kasih Tuhan. Wah pasti ini jadi proyek yang asyik untuk anak!
  • Ajarkan kepada anak bukan hanya untuk merasakan sukacita memberi, namun juga sukacita berbagi. Ajak mereka bertemu dengan orang-orang yang ada dalam kesulitan dan membutuhkan bantuan, seperti mereka yang hidup di jalan, panti asuhan dan tempat perawatan yang lain.
  • Berarti berbagi hidup, bukan hanya memberi kado ya, Pak. Wah pas sekali dengan tema utama Natal!
  • Selamat merayakan Natal bersama keluarga! Juruselamat, Kristus Yesus, telah lahir dalam hidup kita. Mari merayakannya setiap hari.