Ketika Berita Perceraian Marak, 3 Hal Yang Harus Orang Tua Ajarkan pada Anak-anak

Ketika Berita Perceraian Marak, 3 Hal Yang Harus Orang Tua Ajarkan pada Anak-anak
  • Orang terkaya di dunia yang sudah menikah seperempat abad akhirnya bercerai.
 Orang paling berani blak-blakan di Indonesia yang banyak pendukung setianya juga pisah dengan istri. 
Pendeta terkenal juga tidak lagi bersama pasangan masa mudanya.
 Beberapa kenalan kami juga sepertinya begitu mudah melupakan janji pernikahan yang mereka ucapkan saat pemberkatan.

 Bagaimana mempertahankan pernikahan sambil mengajar anak tentang makna dan tujuan pernikahan menurut Alkitab, juga tetap menjadi berkat bagi sesama di tengah badai perceraian? Orang Tua Yang Sedikit Pusing.
  • Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya menjawab, Parents, pada umumnya tak ada orang yang memasuki pernikahan dengan tujuan untuk mengakhirinya. Ini adalah titik yang dapat parents ajarkan kepada anak-anak, khususnya ketika mengajak mereka menghadiri pemberkatan atau pun jamuan pernikahan. Pernikahan adalah sesuatu serius yang perlu dipersiapkan dengan seksama. Ajarkan ini sambil menunjukkan kepada anak-anak hal-hal yang dipersiapkan dengan detil dalam sebuah acara pernikahan. Mulailah juga dengan cara yang sederhana mengajar anak-anak tentang kriteria pasangan yang baik, misalnya tentang karakter yang lebih penting daripada sekadar penampilan. Inilah yang hal pertama yang perlu parents ajarkan kepada anak-anak.
  • Iya, kami setuju, Pak.
  • Kedua, tunjukkan kepada anak upaya yang parents lakukan untuk merawat pernikahan. Tak ada pernikahan tanpa konflik. Barangkali sebagian konflik ini terjadi di depan mata anak-anak. Anak-anak yang melihat parents berkonflik mesti melihat juga upaya parents untuk menyelesaikan konflik tersebut. Jangan anak-anak hanya melihat parents berkonflik, tanpa pernah melihat parents menyelesaikan konflik tersebut. Ini akan menjadi pembelajaran bagi anak-anak tentang realita yang ada dalam pernikahan.
  • Konflik terbuka, resolusi tertutup. Ini salah ya, Pak... Mestinya konflik tidak masalah untuk terbuka, namun resolusi juga perlu terlilhat. Pemahaman yang benar dan baik. Ini titik penting dalam pernikahan karena konflik pasti terjadi. Hanya bagaimana melibatkan Tuhan dalam perseteruan. Lalu ada lagi, Pak?
  • Ketiga, menjelaskan dasar pernikahan yang benar untuk tetap bertahan. Barangkali anak-anak mendengar berita perceraian dari teman-teman mereka sendiri. Ada perkataan-perkataan tertentu yang masuk ke telinga, walau tak sepenuhnya mereka pahami artinya. Misalnya ketika teman-teman mereka bercerita bahwa sebenarnya orangt ua mereka kerap berkata, ”Ya, demi masa anak-anak kita pertahankan rumah tangga ini." Anak-anak dapat memahami kalimat ini dengan pelbagai cara. Ada anak-anak yang kemudian merasa harus berjuang terus menjadi anak yang baik agar pernikahan orang tuanya tetap bertahan. Anak-anak yang lebih besar mungkin bisa merasa bahwa pernikahan orang tua mereka hanyalah sandiwara saja.
  • Respon berbeda karena rentang usia dan keunikan karakter serta pilihan yang diambil ya, Pak...
  • Ada juga anak yang mungkin mendengar Mama mereka bercerita sambil menangis bahwa ia terpaksa bertahan dalam pernikahan karena takut menyandang status sebagai janda atau takut tak punya cukup uang jika perceraian terjadi. Kondisi seperti ini membuat anak berada dalam kondisi yang tak aman dan nyaman. Mereka bisa merasa cemas bahwa sewaktu-waktu pernikahan parents bisa saja berakhir.
  • Lalu apa yang perlu kami lakukan, Pak?
  • Anak-anak yang mulai bertumbuh besar sebenarnya memahami konflik yang terjadi di dalam rumah tangga. Yang perlu mereka dengarkan bukan alasan seperti bertahan demi anak-anak atau takut tak dapat hidup. Mereka perlu mengetahui bahwa parents berjuang untuk menghormati dan menaati kehendak Tuhan. Tuhan yang membenci perceraian. Bahwa ketika parents berjuang untuk menaati kehendak Tuhan, tentu akan mengalami sisi-sisi lain dari penyertaan Tuhan. Misalnya pembentukan karakter yang dilakukan-Nya lewat kesulitan. Di dalam perjuangan menaati kehendak Tuhan itu, suami-istri akan belajar tentang apa arti kesabaran, ketabahan dan mungkin juga pengampunan. Kasih Kristus yang tanpa syarat dan tak terbatas menjadi dasar teguh bagi pernikahan parents. Ini titik penting yang anak perlu pahami.
  • Oh, baiklah... Terima kasih, Pak. Kami akan mengajarkan 3 hal itu pada anak.
  • Selamat mempertahankan komitmen pernikahan dalam kasih dan pertolongan Tuhan.