Tak Lagi Mesra Setelah Anak Pertama? 4 Hal Ini Solusinya

Tak Lagi Mesra Setelah Anak Pertama? 4 Hal Ini Solusinya
  • Sepertinya istri sudah tidak terlalu kagum lagi pada saya seperti saat kami masih pacaran dan awal pernikahan. Setelah memiliki seorang anak, saya merasa istri sedikit menjauh. Komunikasi kami tidak seperti dulu. Relasi kami tidak selekat dulu. Bagaimana cara menjaga dan memelihara komunikasi suami istri? Suami yang merasa jauh.
  • Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya menjawab, Kehadiran anak yang pertama dalam pernikahan seringkali membawa perubahan dalam relasi suami istri. Fokus istri tak lagi pada suami, demikianlah yang seringkali dirasakan para pria dan diakui oleh para perempuan. Ada juga istri yang merasa bahwa suaminya kini lebih saying dan perhatian pada anak, dan bukan diri mereka.
  • Iya, itu yang saya rasakan, Pak. Eh tapi mungkin saja istri juga merasa hal yang sama ya, Pak...
  • Dalam batas-batas tertentu adalah wajar jika fokus teralih pada kehadiran anak yang memang diharapkan dan dinantikan hadir sebagai salah satu buah cinta kasih dalam pernikahan. Sayangnya, jika hal ini terus berkelanjutan, maka relasi suami dan istri sendiri tak lagi terjaga
  • Nah itu dia, Pak. Bagaimana menjaganya?
  • Setiap relasi, demikian juga suami istri, membutuhkan empat hal ini untuk dapat bertahan di tengah perubahan.
  • Apa saja 4 hal itu, Pak?
  • Pertama, kejujuran. Kejujuran berarti berbicara apa adanya tentang masa lalu, masa kini dan masa depan. Begitu pula tentang keinginan dan harapan yang ada di dalam diri bagi pasangan.
  • Dalam hal kejujuran ini, kami sudah cukup terbuka soal masa lalu dan masa kini. Mungkin kami masih kurang dalam hal masa depan. Tentang apa yang saya dan istri harapkan dan inginkan.
  • Kedua, perawatan. Perawatan berarti memenuhi kebutuhan pasangan. Dalam perjalanan relasi kita mengetahui apa yang disukai pasangan. Tugas kita adalah untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
  • Perlu lebih jeli lagi mengamati dan memenuhi kesukaannya nih.
  • Ketiga, perlindungan. Perlindungan berarti menjaga agar kita tak melakukan hal yang tidak disukai oleh pasangan. Sepanjang relasi kita akan makin mengerti dan memahami ada hal-hal tertentu yang akan melukai pasangan. Tugas kita adalah menjaga diri agar hal itu tak kita lakukan.
  • Ini juga salah satu area yang perlu saya perbaiki.
  • Keempat, waktu. Agar relasi bertahan, tiap pasangan membutuhkan waktu bersama. Ada pakar konseling pernikahan yang pernah mensyaratkan 20 jam per minggu, alias lebih dari 2 jam sehari suami dan istri berbincang atau menyediakan waktu utuh dan penuh bagi pasangannya.
  • Waduh! Setelah saya coba kalkulasi, waktu bersama yang utuh dengan dia kurang dari 20 jam.
  • Saya menyarankan agar bapak dan ibu menyediakan waktu untuk memulai hal yang pertama: kejujuran. Agar ibu mengerti apa yang bapak rasakan. Demikian pula bapak makin mengerti perubahan yang terjadi di dalam diri ibu sejak mempunyai anak. Pertukaran perspektif ini akan menolong kita untuk menata ulang relasi di tengah perubahan yang terjadi.
  • Terima kasih, Pak. Saya akan mencoba mulai dengan kejujuran.
  • Selamat mencoba dan selalu libatkan Tuhan dalam relasi suami istri, Pak.