Bagaimana Memberi Teladan Pada Anak Untuk Bisa Fokus?

Bagaimana Memberi Teladan Pada Anak Untuk Bisa Fokus?
  • Kami baru saja membaca sesuatu seperti ini. Kita orang tua itu lucu. Kita meminta anak untuk fokus. Tapi dalam percakapan sehari-hari sangat sering pembicaraan kita tidak fokus. Benar juga sih, pikir kami. Rasanya pembicaraan kami sering melompat dari satu topik ke topik lain. Hmm, padahal ingin sekali mengajar anak untuk bisa fokus. Soalnya anak kami begitu pendek perhatiannya, sangat mudah beralih fokus. Misalnya baru sebentar belajar, mendengar suara pesan singkat atau jingle lagu film kesukaannya, langsung meletakkan bukunya. Bagaimana memberi teladan pada anak untuk bisa fokus? Papa Mama Gagal Fokus
  • Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya menjawab, Salah satu mitos masyarakat modern adalah keyakinan kemampuan untuk melakukan multitasking. Multitasking secara sederhana berarti mengerjakan beberapa hal pada saat bersamaan. Menurut pakar psikologi dan mekanisme kerja otak, sebenarnya yang terjadinya bukanlah multitasking. Yang terjadi adalah otak melakukan switch atau peralihan dengan cepat dari satu aktivitas ke aktivitas lain. Misalnya parents menerima panggilan telpon sambil mengetik. Yang terjadi nampaknya dua aktivitas ini berjalan beriringan, namun yang sebenarnya terjadi adalah otak parents switch atau beralih dengan cepat. Berhenti sejenak dari mengetik, mulai menerima telpon, dan kembali lagi mengetik.
  • Multitasking ternyata hanya switching ya, Pak? Wow! Baru tau...
  • Dengan menyadari bahwa multitasking adalah sebuah mitos, maka parents perlu belajar untuk berfokus pada sesuatu untuk periode waktu tertentu. Kamus Bahasa Indonesia dengan lugas mendefinisikan fokus sebagai kata kerja mempunyai arti memusatkan perhatian. Memusatkan perhatian berarti ada hal-hal yang memang harus diabaikan.
  • Nah ini, memusatkan perhatian dan mengabaikan hal-hal lain. Sesuatu yang sering lupa dilakukan.
  • Ada beberapa petunjuk praktis untuk melatih fokus yang dapat parents lakukan dan sekaligus menjadi teladan bagi anak-anak.
  • Apa saja petunjuk praktisnya, Pak?
  • Pertama, melakukan satu hal di satu waktu. Misalnya berdoa atau membaca Alkitab. Untuk hal ini memang perlu berhenti melakukan hal-hal lain. Mematikan handphone atau menggunakan alkitab cetak dan bukan elektronik. Anak-anak mesti melihat parents melakukan hal ini, walau tak bermaksud untuk memamerkannya.
  • Selain itu apa lagi contohnya, Pak?
  • Melakukan satu hal pada suatu waktu juga dapat diwujudkan dalam kegiatan bersama dengan keluarga. Misalnya makan malam, namun dengan sengaja mematikan gadget atau gawai yang ada. Hal-hal yang nampak sederhana ini menunjukkan kepada anak-anak bahwa segala sesuatu dapat dinikmati secara maksimal ketika ada fokus.
  • Contoh yang baik. Akan kami coba, Pak. Petunjuk lain?
  • Kedua, membedakan antara yang urgent (mendesak) dan yang penting. Hal-hal yang urgent (mendesak) seringkali bukanlah hal yang penting. Seperti misalnya memeriksa notifikasi media sosial. Hal-hal yang penting juga nampaknya jarang menjadi urgent (mendesak). Misalnya soal perencanaan masa depan atau berolahraga secara rutin.
  • Pembedaan penting dan mendesak ini perlu juga ternyata ya...
  • Tentu saja ada hal-hal yang urgent dan juga penting misalnya menyelesaikan laporan kerja yang dinantikan atasan di kantor. Namun, juga ada hal-hal yang sebaliknya, tidak penting dan tidak urgent. Misalnya melakukan update di media sosial hanya untuk kesenangan dan tak terkait dengan pekerjaan.
  • Jangan sampai yang banyak mendapat porsi malah yang tidak penting dan tidak mendesak ya, Pak. Hehehe!
  • Ketiga, kita membutuhkan hikmat Tuhan dalam menata kehidupan ini. Hikmat adalah kemampuan menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. Nah, dalam jatuh bangun mengatur fokus kehidupan, biarlah firman Tuhan memandu perjalanan kehidupan parents. Pemazmur pernah menegaskan, "Firman Tuhan itu pelita bagi kakiku, dan terang bagi jalanku.” Ya, firman itu memandu satu langkah ke depan, maupun beberapa langkah ke depan.
  • Oh ternyata masih ada petunjuk penting lainnya . Bahkan sepertinya ini yang paling penting. Terima kasih, Pak.
  • Selamat memberi teladan berupa fokus pada anak-anak!