Jumat Agung: 3 Teladan Kristus Yang Orang Tua Perlu Ajarkan bagi Anak-Anak

Jumat Agung: 3 Teladan Kristus Yang Orang Tua Perlu Ajarkan bagi Anak-Anak
  • Sebentar lagi Jumat Agung.

    Sudah beberapa minggu ini di gereja kami merayakan Minggu Prapaskah untuk mengenang pengurbanan Yesus.

    Menurut kami ini momen yang tepat untuk mengajak anak-anak meresapi makna pengorbanan Tuhan Yesus.

    Anak-anak yang kecil masih TK A, SD kelas 4, dan SMP kelas 1.

    Bagaimana membawa anak memahami pentingnya pengurbanan Kristus?

  • Terima kasih atas pertanyaan parents.

    Saya, Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya, bersyukur karena parents peduli untuk membawa anak memahami makna pengurbanan Kristus.

  • Ya.

    Menurut kami itu memang sangat penting, Pak.

    Dia Juruselamat kita sekaligus teladan rela berkorban yang paling tepat.

  • Benar.

    Pada tahun ini, ada dua hari libur berdekatan bagi anak-anak yang bersekolah.

    Hari Rabu adalah libur yang terkait dengan Pemilihan Presiden dan Anggota Legislatif, dan Jumat adalah libur terkait dengan Jumat Agung.

    Hari libur yang berdekatan ini menyediakan cukup waktu bagi parents untuk berbincang dengan anak-anak, khususnya terkait dengan kehidupan dan karya Kristus.
     

  • Iya. Momennya pas ya, Pak smiley

  • Nah, parents dapat mempercakapkan tiga hal ini terkait dengan teladan Kristus.

  • Apa saja yang bisa kami obrolin dengan anak, Pak?

  • Pertama, kekuatan cinta kasih.

  • Bisa dijabarkan lebih jelas, Pak?

  • Ketika Kristus masuk ke kota Yerusalem, Ia masuk menggunakan keledai.

    Orang-orang mengharapkan-Nya muncul sebagai pahlawan yang gagah perkasa, yang menggunakan kekuatan fisiknya untuk melawan penjajahan Romawi. Namun, kekuatan yang ditunjukkan Yesus adalah kekuatan cinta kasih, bukan kekerasan.

  • Benar juga ya, pentingnya kasih.

  • Parents dapat menjelaskan betapa banyak masalah yang muncul dalam hidup ini ketika orang memilih untuk menggunakan jalan kekerasan. Semua hal bisa selesai dengan cara kasih. Itu juga cara yang Tuhan pakai untuk menyelesaikan dua masalah terbesar manusia, dosa dan kematian.

    Kakak memukul adiknya di rumah. Kakak-kakak kelas mengeroyok adik kelasnya di sekolah. Tidak ada kasih di situ.

    Ini adalah akibat penggunaan kekuatan kekerasan, bukan?

  • Setuju, Pak.

  • Kedua, kekuatan kerendahan hati.

  • Seperti apa nih, Pak?

  • Ketika Yesus menikmati jamuan makan terakhir bersama murid-murid-Nya, Ia mempraktikkaan apa artinya kerendahan hati.  

    Dia telah mengajarkan kerendahan hati sepanjang jalan kehidupan-Nya, kini Sang Guru mengambil kain dan membasuh kaki murid-murid-Nya. 

  • Perlu menjelaskan tentang pembasuhan kaki juga ya, Pak?

  • Parents dapat memberikan contoh konkret tentang bagaimana dunia ini menjadi tak lagi nyaman dengan kehadiran orang-orang yang sombong.

    Orang-orang seperti ini ada di kelas anak-anak dan juga lingkungan kehidupan anak-anak.  

    Orang-orang yang menganggap diri lebih dari orang lain.  Tak bersedia melayani, hanya menanti dilayani.

  • Iya. Banyak sih yang seperti itu, Pak.

  • Ketiga, kekuatan pengampunan.

  • Ini yang tidak mudah namun sangat penting.

  • Kehidupan Kristus penuh dengan pengampunan.

    Dia mengampuni Petrus yang menyangkali-Nya sebanyak tiga kali.

    Dia mengampuni orang-orang yang menganiaya-Nya di atas kayu salib.  

    Ya, pengampunan adalah kunci yang membuka relasi di masa depan.

  • Menurut kami, perlu juga menjelaskan sedikit tentang dendam ya, Pak?

  • Tepat. Pengampunan akan mudah dipahami jika sedikit menjelaskan tentang lawan katanya.

    Lawan dari pengampunan adalah dendam.  

    Dendam mengunci pintu masa depan dan menyebabkan terus mengingat peristiwa yang lalu.  

    Parents dapat memberikan contoh sederhana ketika anak-anak menaruh dendam pada teman sekelas, mereka pasti akan terus mengingat peristiwa itu dan enggan bertegur sapa.  

    Tidak ada lagi pertemuan atau perbicangan di masa depan.

  • Terima kasih, Pak.

    Kami jadi semakin paham apa saja yang perlu kami ajarkan pada anak menjelang Jumat Agung.

  • Nah, selamat menikmati liburan yang berdekatan.

    Selamat mengikuti pemilihan umum bagi parents!

    Selamat beribadah Jumat Agung bersama dengan keluarga.