Ajarkan Anak Keterampilan Hidup Bertetangga. Pahami 3 Hal Ini

Ajarkan Anak Keterampilan Hidup Bertetangga. Pahami 3 Hal Ini
  • Kami tinggal di lingkungan yang cukup ramah. Tetangga saling menyapa meski tidak terlalu kenal dekat karena sedikit waktu berinteraksi.

    Kami mau melakukan lebih.

    Kami ingin mencoba membangun jembatan relasi dengan tetangga agar bisa membuka peluang bisa membagikan kasih Kristus pada mereka.

    Bagaimana menjadi tetangga yang penuh kasih di lingkungan tempat tinggal?

  •  

    Terima kasih untuk peduli parents terhadap tetangga di sekitar!

    Sepanjang pengamatan saya, Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya, kepedulian semacam ini makin lama makin pudar di tengah zaman yang makin egosentris ini.

    Kepedulian parents akan mengajarkan kepada anak-anak lewat teladan tentang apa artinya hidup bersama sebagai warga masyarakat.

  • Iya, barang langka, Pak.

    Kita perlu membawa barang langka itu karena kasih memang sangat diperlukan semua orang.

  •  

    Nah, jika parents ingin menjadi tetangga yang penuh kasih di lingkungan sekitar, maka perhatikanlah 3 (tiga) hal ini.

  • Nah ini yang kami tunggu-tunggu, Pak.

  • Pertama, hidup bertetangga itu unik.

  • Iya sih, unik, Pak.

    Tapi untuk menyamakan persepsi, maksudnya unik yang seperti apa nih, Pak?

  •  

    Kehidupan bertetangga itu unik.

    Lokasi rumah yang saling berdekatan secara natural memberikan kesempatan bagi tetangga untuk saling memperhatikan.

    Bukan hanya memperhatikan, tetapi juga melakukan penilaian satu dengan yang lain.

  • Oh iya sih, saling menilai juga.

    Biasanya malah lebih dari menilai, tapi sampai menghakimi, hehehe!

  •  

    Tepat!

    Penilaian itu bisa membuahkan rasa cocok dan kedekatan, tetapi juga bisa menimbulkan rasa tidak cocok dan tak ingin berurusan lebih lanjut.

    Hal ini adalah wajar dan biasa terjadi.

    Ketidakcocokan tak berarti harus bermusuhan bukan?

    Menjaga jarak untuk menghindari keributan yang tak perlu muncul juga adalah hal yang wajar dalam hidup bersama, karena kita tidak mungkin cocok dengan semua orang.

  • Setuju, Pak.

    Hal apa lagi yang perlu kami perhatikan?

  •  

    Kedua, hidup bertetangga menyajikan kesempatan untuk mempraktikan kasih.

  •  

    Nah ini bagian pentingnya yang mau kami lakukan bersama anak, Pak.

  •  

    Sebagai anak-anak Tuhan yang dipanggil untuk menyatakan kasih Bapa yang memberikan matahari dan hujan bagi semua orang, baik dan jahat, hidup bertetangga adalah kesempatan untuk mempraktikkan kasih.

  • Iya.

    Ada contohnya bagaimana membagikan kasih dengan tetangga, Pak?

  •  

    Alkitab menjelaskan bahwa kasih itu sabar.

    Kesabaran dapat mewujud dalam cara berbicara yang lemah lembut pada anggota keluarga dan tetangga.

    Juga bahkan dalam cara mengemudikan kendaraan bermotor di lingkungan.

  • Iya, soal mengemudikan kendaraan ini bisa langsung jadi vonis buruk kalau tidak berkendara dengan sopan.

    Apa lagi, Pak?

  •  

    Kasih itu murah hati.

    Kemurahan hati dapat mewujud dalam kesediaan untuk berbagi apa yang kita miliki, mengunjungi yang sakit dan berduka, bahkan sekadar berbagi senyum dan sapaan.

  • Wah ini seperti yang tercatat dalam 1 Korintus 13 ya, Pak!

  •  

    Kasih itu tidak cemburu.

    Ya, salah satu bentuk ekspresi tidak cemburu adalah tidak mencari dan menyebarkan gosip.

    Kasih itu tidak sombong, dapat mewujud kesediaan berinteraksi dalam acara bersama.

    Kasih itu sopan, yang ekspresinya dapat mewujud dalam cara berkata-kata dan berpakaian yang kita ajarkan kepada anak-anak.

  • Lagi, Pak.

    Apa lagi, Pak?

  •  

    Kasih itu tidak mencari keuntungan sendiri.

    Hal ini dapat mewujud dalam kesediaan memperhatikan kepentingan orang lain juga, misalnya dalam menjaga kebersihan lingkungan.

     

    Kasih itu tidak pemarah dan tidak pendendam.

    Tidak ada relasi yang tak menghasilkan luka atau benturan dalam hidup bersama. Itu sebabnya perlu kesediaan memaafkan dan mengampuni.

  • Kalau mewujudkan semua itu bakal benar-benar terasa kasih Kristus bagi tetangga ya, Pak...

  •  

    Ketiga, hidup bertetangga itu mengajarkan kepada kita dan anak-anak untuk turut bergembira atau menyatakan simpati dalam situasi-situasi yang khusus.

  • Situasi khusus seperti apa, Pak?

  •  

    Dalam hidup bertetangga ada banyak peristiwa suka-duka, seperti kelahiran, ulang tahun, pernikahan, kenaikan jabatan, wisuda, dan lain-lain.

    Atau peristiwa yang lain seperti duka cita, kecelakaan, sakit-penyakit, dan perceraian.

  • Bergembira dengan orang yang bersukacita, berdukacita bersama mereka yang bersedih ya, Pak?

    Alkitabiah sekali!

  • Parents dapat mengajarkan lewat teladan kepada anak-anak untuk bergembira bersama dengan mereka yang bergembira dengan cara mengirimkan ucapan selamat.

    Begitu juga bersedih dengan mereka yang bersedih dengan melakukan kunjungan dan percakapan.

    Kesediaan untuk turut bergembira dan menaruh simpati juga adalah hal yang penting bagi tumbuh kembang anak di kemudian hari.

    Kemampuan berelasi dalam hidup bersama akan menjadi salah satu kecakapan yang menentukan masa depan anak.

  • Terima kasih, Pak!

    Kami akan mempraktikkan kasih Kristus dengan ide & cara yang sudah Bapak bagikan.

  • Oke, selamat menjalani kehidupan bertetangga.

    Tuhan beserta!