Traveling Bersama Anak yang Masih Kecil? Agar Menyenangkan, Ingatlah 3 Hal Ini dalam Perencanaan dan Pelaksanaan

Traveling Bersama Anak yang Masih Kecil? Agar Menyenangkan, Ingatlah 3 Hal Ini dalam Perencanaan dan Pelaksanaan
  • Kami berdua suka traveling. Dalam negeri paling favorit, luar negeri boleh juga. Sekarang anak masih belum lulus TK. Kami sudah pengen mengajak dia ikut traveling sejak kecil. Tapi bingung juga, usia berapa sebaiknya mengajak anak bepergian?
  • Terima kasih atas pertanyaan parents. Saya Pdt Wahyu 'wepe' Pramudya mengajak parents mengingat 3 hal ini dalam perencanaan dan pelaksanaan traveling bersama anak.
  • Boleh, Pak. Terima kasih sebelumnya.
  • Parents, sungguh hal yang menyenangkan apabila suami-istri punya hobi yang sama, misalnya traveling. Kesukaan yang sama akan menghadirkan waktu bersama yang lebih banyak lagi sehingga kemesraan pun dapat bertumbuh dan bertambah. Pola yang sama dapat terjadi dalam relasi dengan anak-anak yang kemudian Tuhan anugerahkan dalam pernikahan. Kesamaan hobi akan mengikat satu keluarga dengan lebih dekat dan lebih erat.
  • Benar. Kami bersyukur pada Tuhan untuk hal itu, Pak.
  • Nah, sekarang parents ingin mengajak anak travelling bersama. Ada 3 hal saja yang harus parents ingat ketika mengajak anak traveling bersama.
  • Iya. Apa saja yang perlu kami perhatikan, Pak?
  • Pertama, daya tahan anak dalam menempuh perjalanan.
  • Maksudnya seperti apa, Pak?
  • Umur anak-anak akan menentukan daya tahannya. Bukan hanya terkait dengan kemampuan berjalan kaki menikmati pelbagai fasilitas hiburan yang ada. Tetapi juga daya tahan misalnya terkait dengan duduk di mobil atau di penerbangan. Parents perlu mengupayakan agar perjalanan darat misalnya dapat berhenti tiap 3 jam bagi anak-anak di bawah usia 10 tahun, agar mereka mendapatkan kesempatan untuk berdiri, berjalan, dan bermain sejenak.
  • Oh iya sih... Daya tahan anak tentu lebih pendek daripada orang dewasa.
  • Di lokasi wisata, parents dapat menyewa semacam kendaraan listrik atau kursi roda agar anak-anak tak kehabisan energi di tengah keinginan yang besar untuk menjelajah pelbagai fasilitas hiburan yang ada.
  • Nah ini yang tidak terpikirkan sama sekali, Pak... Hehehe!
  • Daya tahan dalam perjalanan bukan hanya terkait dengan kondisi fisik, melainkan juga dengan rasa bosan. Pastikan membawa cukup mainan agar anak-anak dapat menikmati perjanan yang ada. Sedapat mungkin gunakan waktu untuk berbincang atau bernyanyi bersama anak-anak. Minimalkan penggunaan HP atau Tablet agar kesehatan mata anak-anak juga terjaga dalam perjalanan darat.
  • Kami pernah mengalami ini sewaktu traveling dengan teman-teman dulu. Ada salah satu pasangan yang membawa anaknya. Anak itu bosan dan lelah. Kasihan juga.
  • Kedua, kemandirian anak dalam menempuh perjalanan.
  • Sejauh mana anak perlu bergantung pada kami ya, Pak?
  • Parents yang mengajak anak-anak kecil untuk traveling mesti mengingat semakin muda usia anak, semakin besar kebutuhannya untuk bergantung pada orang tua. Apalagi di dalam lingkungan yang relatif baru bagi anak, misalnya di luar negeri. Anak-anak akan membutuhkan banyak bantuan dari orangtua. Nah, siapkan hati dan tenaga untuk ekstra repot ya, parents...
  • Pasti tidak sepraktis kalau kami bepergian berdua ya, Pak.
  • Semakin besar kebergantungan anak, semakin repot parents saat traveling. Jika hati tak siap, maka parents justru akan merasa terganggu dan marah-marah. Akibatnya perjalanan tak dapat dinikmati, dan justru menimbulkan luka hati. Jangan-jangan anak-anak pun trauma dan enggan menempuh traveling lagi.
  • Wah jangan sampai yang tadinya mau memicu hobi baru yang sama malah jadi trauma baru...
  • Ketiga, kemampuan anak untuk menikmati perjalanan.
  • Iya. Kasihan kalau mereka ternyata tidak menikmati perjalanan ya, Pak...
  • Nah, ini yang seringkali terjadi. Parents yang traveling bersama dengan anak-anak kecil, kadangkala melalaikan destinasi yang sesuai dengan umur anak-anak. Parents sibuk menikmati, sementara anak-anak bingung apa yang harus dinikmati. Pemandangan alam yang bagus barangkali tak semenarik playground yang bagus bagi anak-anak. Seimbangkan destinasi tujuan sesuai dengan keinginan parents dan kesukaan anak-anak.
  • Tidak bisa sembarangan menentukan destinasi hanya berdasarkan kesukaan kami ya, Pak?
  • Oh ya, jangan lupa parents, jangan terlalu berharap bahwa anak-anak yang masih relatif kecil itu punya memori akan perjalanan ini kelak di masa depan. Kadang saya mendengarkan beberapa parents menyesal telah mengajak anak-anak traveling ke pelbagai tujuan. Mereka berkata penyesalan ini muncul karena karena seiring waktu anak-anak itu tak lagi mengingat perjalan tersebut.
  • Hmm, berarti tidak boleh punya ekspektasi bahwa mereka akan mengingat kenangan perjalanan ya...
  • Selamat menikmati traveling ya! Kegembiraan dan sukacita dalam perjalanan juga adalah bagian dari kemurahan Tuhan dalam hidup manusia. Ajak anak juga untuk selalu bersyukur ketika traveling.
  • Terima kasih, Pak!