BUKU
Bagaimana Menghadapi Badai Dalam Relasi Suami Istri di Critical Eleven?
By Starvision Plus & Legacy Pictures

Sutradara: Monty Tiwa, Robert Ronny

Produksi :  Starvision Plus, Legacy Pictures

Produser: Chand Parwez Servia, Robert Ronny

Penulis: Jenny Jusuf, Monty Tiwa, Robert Ronny, Ika Natassa
Pemeran: Adinia Wirasti, Reza Rahadian, Widyawati Sophiaan, Refal Hady, Dwi Sasono

Genre: Roman, Keluarga

Durasi: 135 Menit

Bahasa: Indonesia

Trailer:

 

FIlm: Hooq

 

“We love each other... so much!”

 

Gairah cinta suami istri baiknya hangat sepanjang musim. Sayangnya terkadang badai, hujan, atau kekeringan bisa saja menggoncangkan kehangatan itu.

 

Film Indonesia yang diangkat dari novel laris karya Ika Natassa ini mempunyai judul menarik. Dalam dunia penerbangan dikenal istilah critical eleven atau plus three minus eight. Istilah ini merujuk pada saat genting, yakni tiga menit pertama dan delapan menit terakhir penerbangan.

 

Ajak pasangan menonton bersama sebagai quality time berdua atau waktu kencan tanpa mengajak anak-anak. Critical Eleven memang film cinta untuk pasangan suami istri.

 

Romansa cinta Ale dan Anya mulai ketika mereka bertemu di pesawat. Penerbangan Jakarta-Sydney kali itu terasa berbeda. Tiga menit pertama, Anya mulai terpikat, 7 jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan dan tawa satu sama lain. Ini delapan menit sebelum Ale dan Anya berpisah di awal pertemuan itu.

 

Keduanya semakin dekat dalam menjalin relasi, hingga memutuskan untuk menikah. Sebuah langkah yang baru karena Anya harus ikut Ale tinggal di New York. Hidup yang baru ini membuat pasangan suami istri ini belajar banyak hal. Termasuk kebahagiaan yang sempat mampir dalam rumah tangga mereka. Anya hamil anak pertama, Aidan.

 

Sayang sekali, bayi di kandungan Anya ini ternyata meninggal dunia. Mereka pulang ke Indonesia dengan penuh luka. Keduanya menjadi pahit. Relasi mereka semakin menjadi jauh.

 

Suami istri ini sama-sama penuh kekecewaan yang terwujud dalam bentuk saling melukai satu sama lain. Keduanya melalui momen tidak mudah dalam hidup. Anya memikul segala kekhawatiran dan penyesalannya sendiri. Ale menanggung beban sangat berat di hatinya.

 

Critical Eleven, sebuah metafora yang dapat dipakai dalam relasi suami istri. Ada ‘saat-saat berbahaya’ yang harus dilewati sepasang suami istri dalam perjalan hidup.

 

Bagaimana dengan parents dan pasangan? Problem terberat apa yang sedang parents lewati? Mari belajar dari Ale dan Anya melalui film ini. Apakah parents dan pasangan bisa menjadi sangat marah satu dengan yang lain seperti dua tokoh ini? Apakah parents juga sering saling melukai ketika menghadapi masalah yang besar?

 

Semoga gairah cinta parents dengan pasangan dapat terus bersemi sepanjang musim.

 

Bahkan saat masalah besar menimpa, parents dan pasangan perlu saling bergandengan tangan sambil tetap tetap memandang Tuhan sebagai fokus satu-satunya.


Ketika Tuhan sudah menyatukan parents dengan pasangan. Dia juga melimpahkan cinta satu sama lain. Tugas bersama suami istri adalah memupuk cinta itu. Termasuk saat masalah berat menimpa. Tetap kuat dan teguh ketika dalam proses sukar.

 

Baca juga ulasan lain tentang relasi suami istri di sini:

Belajar Komunikasi Suami Istri Lewat Film Milly & Mamet

63 Sumber Luar Biasa Untuk Seks Yang Lebih Baik Bagi Pernikahan Kristen

200 Ilustrasi Posisi Seks Ramah Kristen dan Fokus Pada Pernikahan (Tidak Porno)

 

Bagikan Pendapatmu