BUKU
The Underdogs
By Adink Liwutang

The Underdogs

Sutradara: Adink Liwutang

Para Pemeran: Sheryl Sheinafia, Brandon Salim, Babe Cabita, Ernest Prakasa, Han Yoo Ra

Durasi: 99 Minutes

Rating Sensor (usia): 13+

Genre: Komedi

Bahasa: Indonesia

 

Tonton dulu cuplikan filmnya di sini:

 

Meski judulnya dalam bahasa Inggris, namun The Underdogs merupakan film karya anak negeri tercinta.

Sekarang sudah bisa parents tonton bersama keluarga di iFlix.

 

Bobi, Dio, Nanoy, dan Ellie adalah empat sahabat SMA yang bernasib sama. Tersisihkan, tidak dianggap, dan sering di-bully. Keempatnya bertumbuh menjadi anak yang rendah diri dan tidak dapat bergaul dengan teman-teman sebayanya.

 

Hingga saat setelah mereka lulus SMA, keempatnya terinspirasi oleh kesuksesan grup musik rap bernam S-O-L yang sangat terkenal di YouTube. Ternyata latar belakang grup rap ini juga sama yaitu sering menjadi korban bully. Bobi, Dio, Nanoy, dan Ellie ini bertekad mengubah nasib mereka di dunia nyata yang dianggap tidak gaul untuk merambah dunia maya agar menjadi terkenal melalui situs video terbesar di jagad maya. Perjuangan mereka memang tidak mudah hingga mengalami perpecahan di antara keempatnya.

Film yang diproduseri oleh Ernest Prakasa ini menarik karena di dalamnya mengandung perenungan bagi parents. Ternyata keempat tokoh yang sering di-bully ini mengalami kepahitan terhadap orang tua masing-masing.

 

Bobi mempunyai seorang ayah otoriter. Kedua orang tua Dio tidak pernah di rumah karena sering melancong ke luar negeri. Nanoy inggal jauh dari keluarganya dan tidak pernah diperhatikan. Ellie sering merasa kesepian karena kedua orang tuanya bertengkar di hadapannya setiap hari.

 

Anak-anak remaja ini merasa kesepian tanpa kehadiran kedua orang tua yang utuh menemani mereka bertumbuh. Kedua orang tua yang tidak pernah mengerti masa kegalauan remaja dan hal-hal yang dianggap penting oleh mereka.

 

Bersyukur keempatnya memiliki lingkungan pertemanan yang positif. Komunitas sehat yang mengobati rasa sepi dengan berkarya. Meskipun tujuannya klise untuk generasi milenial, menjadi populer dan menonjolkan diri. Bahasa keren mereka, eksis.

 

Saat anak-anak Kita sudah mulai bertumbuh menjadi remaja, apa parents sudah siap mendampingi segala rasa baper (terbawa perasaan, istilah remaja masa kini) yang mereka rasakan?

Sudah siap menjadi sahabat terbaik bagi anak-anak remaja?

Parents tentu ingin mereka tidak perlu mencari perhatian yang berujung pada hal-hal negatif, kan?

 

Mari menjadi sahabat anak, parents.

Selami, dalami, sukai dunia anak berapapun usia mereka.

Itu sudah bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab (sekaligus hak istimewa) sebagai orang tua

Bagikan Pendapatmu